SuaraJakarta.id - Siang itu, matahari memancarkan sinar yang cukup terik di lahan pemakaman khusus COVID-19 di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Panas yang menyengat tak membuat para tukang gali kubur di TPU Jombang patah semangat untuk melakukan prosesi pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19.
Tak jauh dari area pemakaman TPU Jombang, terdapat warung kopi yang cukup ramai dipadati keluarga yang berduka. Mereka beristirahat sambil minum kopi, es dan makan.
Di warung kopi tersebut, tampak seorang gadis muda yang penampilannya cukup mencolok dengan memakai kemeja putih bergaris, rambut tergerai dan sesekali merapikan ke belakang dengan kedua tangannya.
Terlihat, Puput Mayangsari nama lengkapnya, sibuk melayani pesanan kopi dan mi rebus pelanggannya. Satu per satu pesanan dia tuntaskan. Bersama ibu dan adiknya, dia sigap membuat pesanan pembeli.
Usut punya usut, Puput rupanya seorang biduan. Ia ikut terdampak PPKM karena aktivitas hiburan dilarang selama PPKM berlangsung di Tangsel.
Gadis yang memiliki nama panggung Putri Mayang itu biasanya nyanyi di berbagai acara masyarakat atau pejabat. Atau lebih dikenal dengan sebutan orgen tunggal.
Kini, gadis 25 tahun itu terpaksa banting setir dari biduan dengan membuka warung kopi di dekat pemakaman khusus COVID-19 zona 2 di TPU Jombang Tangsel.
Puput bercerita, sebelum pandemi COVID-19 dan penerapan PPKM, dalam sebulan bisa mendapat panggilan nyanyi hingga 27 kali. Baik di dalam maupun luar kota Tangsel.
Baca Juga: Retribusi Pemakaman COVID-19 TPU Jombang Rp 1 Juta, Pengelola: di Luar Warga Tangsel
Sekali manggung, Puput mengaku mendapat bayaran yang cukup besar. Tergantung lokasi, apakah di dalam atau di luar Tangsel, serta tergantung jenis acara yang diadakan.
"Kalau di dalam kota, dua lagu itu dibayar Rp 500 ribu. Tapi kalau di luar kota bisa 3-4 kali lipat. Kalau event-event motor Rp 1 juta sekali manggung," kata Puput ditemui, Kamis (29/7/2021).
Puput sudah berkarier sebagai biduan sejak 2013 lalu. Saat itu, usianya masih 17 tahun.
Paling jauh, dia mendapat job manggung hingga menyebrang pulau ke Kalimantan. Dalam sebulan dia bisa mendapat penghasilan Rp 40 juta.
"Kalau nyebrang pulau beda lagi. Pernah di Kalimantan acara pelantikan bupati di sana buat nyanyi aja Rp 8 juta. Belum termasuk transport sama penginapan," ungkap anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Mahasiswi Tingkat Akhir
Berita Terkait
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
Opang Brutal! Kunci Motor Ojol Dirampas di Stasiun Pondok Ranji, Penumpang Dipaksa Bayar 2x Lipat
-
Aksi Premanisme di Pondok Ranji: Opang Rampas Penumpang Ojol yang Mau ke Rumah Sakit!
-
Heboh Aksi Siswa SD Joget dan Nyawer Biduan di Panggung, Netizen Geram: Nilai Edukasinya Hilang!
-
Alasan Covid Dimentahkan, Pengacara Roy Suryo Sebut Jawaban Kejagung soal Eksekusi Silfester Absurd
Terpopuler
- Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
- Driver Ojol yang Dilindas Rantis Polisi di Pejompongan Tewas!
- Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Bernama Affan Kurniawan
- Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
- Rantis Brimob Lindas Ojol di Pejompongan: Video Viral Picu Amarah Massa
Pilihan
-
Jurnalis Surabaya Jadi Korban Ricuh Demo di Depan Gedung Negara Grahadi
-
3 Rekomendasi HP Xiaomi Rp 2 Jutaan RAM 8 GB, Lebih Lancar Ngegame
-
Investor Panik Buat IHSG Rontok di 7.830, Isu Keamanan Domestik jadi Sorotan
-
Pekerja Kawasan Sudirman Diminta Pulang Cepat Imbas Demo Beruntun
-
Ada Rentetan Demo, Kemenko Ekonomi: Yang Penting Damai, Jangan Sampai Bikin Investor Kabur
Terkini
-
Aksi Demonstrasi di Depan DPR RI Mereda Pasca Hujan Deras, Ketegangan Sempat Meningkat
-
Di Tengah Badai Kontroversi, Ahmad Sahroni Digeser dari Komisi III DPR
-
Uang Gratis di Akhir Pekan, Begini Cara Mendapatkan DANA Kaget Langsung
-
Pengendara Asyik Nonton Bentrokan Pejompongan!
-
Galon Guna Ulang Aman? Dokter dan Ilmuwan Angkat Bicara soal Isu BPA yang Meresahkan