SuaraJakarta.id - Alat berat eskavator yang digunakan untuk menggali makam jenazah Covid-19 di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan jadi sasaran maling. Sejumlah sparepart pun hilang dipreteli.
Ketua TPU Jombang Tabroni membenarkan peristiwa pencurian sparepart eskavator tersebut. Aksi pencurian itu baru diketahui saat operator eskavator akan menggali liang lahat pada Minggu (1/8/2021).
Saat itu, operator eskavator Teguh melaporkan kepadanya bahwa ada sejumlah bagian sparepart yang hilang. Bahkan, pintu kabin eskavator rusak.
"Bagian yang hilang itu gear box, panel komputer di dalam, jadi setelah saya periksa benar demikian terjadi perusakan pintu sehingga dia bisa masuk ke dalam kabin dashboard eskavator tersebut," kata Tabroni saat dikonfirmasi, Jumat (6/8/2021).
Hingga saat ini, Tabroni belum dapat menduga pelaku pencurian. Namun, dari keterangan salah satu petugasnya, Sabtu malam ada sejumlah orang yang datang untuk berziarah.
Petugasnya curiga lantaran para peziarah itu datang larut malam sekira pukul 23.00 WIB. Bahkan, saat ditanya mereka tak memberi keterangan yang cukup jelas.
"Petugas melihat ada mobil yang parkir jam 11 malam. Ditanyakan tujuannya apa tapi dia menjelaskan berbelit-belit karena tidak ada orang yang mau ziarah pada jam itu," paparnya.
Kepala Seksi Pemakaman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangsel, Nazmudin membenarkan soal sparepart eskavator yang dicuri maling itu.
Akibatnya, eskavator yang berada di zona 1 TPU Jombang tak dapat dioperasikan dan menghambat proses perluasan lahan pemakaman.
Baca Juga: Polisi Bekuk Oknum Karang Taruna Gadungan yang Viral Pungli Warteg di Tangsel
"Iya karena nggak bisa nyala ya akhirnya tidak beroperasi, perluasan lahan jadi terhambat," katanya, Jumat (6/8/2021).
Nazmudin mengaku, pihaknya belum melaporkan pencurian sparepart eskavator itu ke Polres Tangerang Selatan lantaran sedang mencari pengganti sparepart yang dicuri.
"Belum ke Polres, lagi fokus ganti sparepart eskavatornya biar segera diperbaiki," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Tag
Berita Terkait
-
Benyamin Davnie: Kritik Mahasiswa adalah Energi, Kami Berpacu dengan Waktu Benahi Sampah Tangsel
-
Aksi Buang Sampah Warnai Protes di Kantor Wali Kota Tangsel
-
Gunung Sampah Kembali Muncul di Tangsel, Ini 6 Fakta Terbarunya
-
Akselerasi Ekonomi Hijau, Wali Kota Tangsel Pacu 100 Hari Pembenahan Sampah Terintegrasi
-
Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Cak Fakta: Benarkah Menteri Bahlil Wajibkan Ojol Beli Motor Listrik di Tahun 2026?
-
7 Mobil Daihatsu Bekas untuk Pemula, Perawatannya Murah dan Tidak Ribet
-
8 Alasan Honda Civic Batman Bekas untuk Anak Mobil, Sedan Ganteng yang Tak Lekang Zaman
-
7 Pilihan Mobil Bekas yang Bisa Diandalkan untuk Perjalanan Sehari-hari Tanpa Was-was
-
Cek Fakta: Viral Menag RI Sebut Dua Juta Umat Muslim Murtad Tiap Tahun, Ini Faktanya!