SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan seluruh blok hunian Kampung Susun Akuarium tuntas pada akhir 2021.
"Jadi, dari total 241 unit rencana, sekarang yang sudah tersedia sebanyak 107 unit. Kami akan tuntaskan InsyaAllah pada akhir 2021 untuk keseluruhan," kata Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris dalam jumpa pers saat peresmian Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (17/8/2021).
Ia mengatakan pembangunan blok hunian Kampung Susun Akuarium yang sudah terselesaikan dan sudah bisa dihuni mulai Selasa ini ada dua, yakni blok B dan D dengan total hunian sebanyak 107 unit tipe 36.
Pembangunan Kampung Susun Akuarium merupakan proyek membangun kembali rumah sederhana warga yang pernah diratakan dengan tanah pada zaman pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Saat ini, sudah ada dua blok Kampung Susun yang total berisi 107 unit hunian di atas tanah seluas 10 ribu meter persegi itu.
Berbeda dengan unit rumah susun sederhana sewa lainnya, pengelolaan Kampung Susun Akuarium sepenuhnya diserahkan kepada manajemen warga Kampung Akuarium, bukan oleh unit pengelola rumah susun (UPRS) yang ditunjuk pemerintah.
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman atau DPRKP, Sarjoko mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyepakati agar Kampung Susun Akuarium diberi keleluasaan pengelolaan secara mandiri.
Hal itu agar dapat mendorong warga Kampung Akuarium lebih mandiri dengan segala aktivitas ekonomi yang nanti akan dikoordinasikan warga dalam suatu manajemen berbentuk koperasi.
"Terkait dengan pelibatan untuk pengelolaan rumah uusun oleh koperasi ini adalah suatu terobosan dalam upaya untuk memberdayakan masyarakat," kata Sarjoko.
Baca Juga: Kampung Akuarium Dilengkapi Fasilitas Standar Rusunami
Adapun mekanisme pembayaran dan berapa nilai sewa per unitnya saat ini masih dalam tahap pembicaraan internal warga Kampung Susun Akuarium. Lewat Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri (ABM) bentukan warga, pengelolaan segala hal yang berkaitan dengan hunian baru ini diharapkan berjalan baik.
Ketua Koperasi ABM Dharma Diani mengatakan, sebelum siap dihuni, ada kesepakatan dengan pemerintah bahwa Kampung Susun Akuarium dikelola oleh koperasi warga.
"Ini kita beda dengan rusun lainnya yang diserahkan kepada UPRS atau pihak ketiga dari Pemda. Jadi, ini lebih kepada dari warga untuk warga, karena koperasi adalah warga," kata Diani.
Konsep paripurna terkait pengelolaan rusun oleh Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri masih akan didiskusikan dalam hari-hari ke depan. Namun, sejauh ini gambaran pengelolaannya adalah, warga terlibat dalam segala hal yang berkaitan dengan operasional rusun.
"Memang itu sih yang diharapkan warga juga sebagai petugas kebersihannya, petugas keamanan, semuanya. Jadi kita dari warga untuk warga," ucap Diani.
Rasa kekeluargaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi