SuaraJakarta.id - Sains atau science menjadi latar belakang beberapa kelompok dalam meyakini kepercayaan mereka. Dikutip dari Beritabali.com, jaringan SuaraBali.id, inilah tiga contoh tentang percaya dengan keberadaan Unidentified Flying Objects dan alien. Bahwasanya di jagad luar angkasa ada kehadiran makhluk lain.
Meskipun belum ada pembuktian secara ilmiah keberadaannya, orang-orang yang tergabung dalam kepercayaan itu menyatakan UFO dan alien adalah hal yang nyata.
1. Raelian
Dipimpin Claude Vorilhon (Rael), seorang mantan jurnalis mobil balap, dan mantan penyanyi Prancis. Raelians (penganut gerakan rael) mempercayai adanya elohim (para ilmuwan dari planet lain), yaitu sekelompok extra terrestrial (makhluk cerdas dari luar angkasa) yang membuat kehidupan di planet Bumi.
Raelian adalah para individualis yang percaya pada penentuan nasib sendiri dan tidak mempercayai takdir. Menganjurkan etika universal dan dunia yang damai, penganutnya percaya bahwa nasib dunia akan lebih baik jika para orang-orang jenius mendapatkan hak paling istimewa dalam pemerintahan.
Sebagai penganut paham "Ada kehidupan di angkasa luar", Raelian berharap para ilmuwan dari umat manusia akan mengikuti jejak elohim yaitu menjelajah angkasa sampai pada level kosmos dan membuat kehidupan di planet lain.
Salah satu upacara ritual dalam Raelian adalah melakukan Transmission Cellular oleh pembimbing yang mempunyai level lebih tinggi. Raelian tidak percaya Tuhan, tetapi percaya pada ketidakterhinggaan semesta.
2. Scientology
Scientology adalah sekumpulan ajaran dan teknik terkait yang dikembangkan pengarang Amerika, L. Ron Hubbard sekitar 30 tahun, dimulai pada 1952 sebagai suatu filosofi pertolongan diri-sendiri, perkembangan dari sistem pertolongan diri-sendirinya yang lebih awal, Dianetika.
Ajaran ini memberikan suatu metodologi yang eksak (pasti) untuk menolong manusia mencapai kesadaran keberadaan rohaninya melintasi beberapa masa hidupnya, dan di saat bersamaan menjadi lebih efektif di dunia fisik.
Sciencetology meyakini pula pemahaman bahwa manusia adalah makhluk immortal yang lupa dengan asal mula sebenarnya, ajaran ini dikenal mengadakan penyuluhan, untuk menyadarkan pengalaman traumatik masa lalu untuk mencapai efek batas kemampuan manusia.
Baca Juga: Wisata Bali: Hotman Paris Hutapea Jadi Sultan Boba di Kopi Kenangan, Mobil Sepuh Emas
3. Nuwaubian Nation
Bangsa Nuwaubian atau gerakan Nuwaubian adalah organisasi yang didirikan dan dipimpin Maleakhi (Dwight) York. Digolongkan sebagai kelompok kebencian oleh Southern Poverty Law Center, Amerika.
Ajaran Nuwaubian Nation berganti-ganti dari waktu ke waktu.
Maleakhi York memulainya di New York pada 1967, dan telah mengubah ajaran-ajarannya dan nama-nama kelompoknya berkali-kali.
Gerakannya mendukung Mesir Kuno dan tema luar bumi atau aktivitas terestrial. Pada 1933, ia meninggalkan Brooklyn kemudian ke Eatonton, Putnam County, Georgia, di mana ia membangun suatu persaudaraan ras Mesir yang disebut Tama-Re.
Berita Terkait
-
Harga Sebuah Percaya: Mengapa Cinta Tak Cukup Hanya Dititipkan dalam Doa?
-
Hari Bebas Bau Badan 2026: Momentum untuk Lebih Percaya Diri Seharian
-
Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri
-
Ilmuwan Temukan Rahasia Menambang Harta Karun Meteorit Menggunakan Jamur
-
Bedah Literasi dan Ketangguhan Mental dalam Novel Harga Sebuah Percaya
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Sentuhan Klasik di Destinasi Modern: Cerita dari Flea Market Indonesia Design District
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
THR Gen Z Tak Lagi Habis untuk Baju Baru, Kini Ramai-ramai Dipakai untuk Upgrade Skill
-
Tak Semua Bisa Mudik, Anak Rantau Ini Rayakan Lebaran Lewat Video Call: Cuma Bisa Lihat dari Layar