SuaraJakarta.id - Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menanggapi perihal foto yang memperlihat seorang perempuan menggendong balita yang dicat warna silver di kawasan SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tangerang Selatan, Wahyunoto Lukman mengatakan, pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada para pekerja yang mengeksploitasi anak dibawah umur.
"Ada sanksi tegasnnya bisa denda bisa tipiring (tindakan pidana ringan)," kata Wahyu saat dihubungi Suarajakarta -jaringan Suara.com, Sabtu (25/9/2021).
Kendati demikian, dirinya tidak bisa memutuskan untuk langsung diberikan sanksi tegas. Pasalnya, pihaknya harus melakukan pendataan terlebih dahulu hingga profiling dari orang tersebut.
"Nanti di profiling, (apakah) keluarga rentan, keluarga tidak mampu. Tentu tidak serta merta sanksi pidana ringan menjadi sebuah solusi, ada program rehabilitasi sosial namanya," katanya.
Dalam kesempatannya, Wahyunoto menceritakan bila peristiwa manusia silver menggendong anak di Tangsel, adalah hal baru ditemukan pihaknya.
"Ini baru terjadi ya, yang baru di cat. Tapi pengemis mengeksploitasi anak itu udah selalu dimana-mana. Kita sering tertibkan dan bina ke daerah-daerah lain," tuturnya.
Kendati demikian, rata-rata orang-orang yang melakukan kegiatan tersebut bukan dari warga Tangsel, melainkan dari wilayah lain.
Sehingga mereka yang diamankan, hanya di data dan dibuat pernyataan agar tidak mengulang. Kemudian diserahkan di ke wilayah terkait.
Baca Juga: Viral Manusia Silver Bawa Bayi yang Badannya Dicat, Alasannya Bikin Warganet Miris
"Semua kita berikan surat pernyataa, agar tidak turun kejalan lagi. Ini kita koordinasikan, ke daerah asal, melalui dinas sosial di daerah asalnya," ucapnya.
Wahyunoto berharap kepada warga Tangerang Selatan, agar jangan memberikan uang atau harapan kepada mereka yang melakukan kegiatan tersebut.
Karena hal itu, justru berdampak pada mental mereka yang menjadi pemalas, karena merasa sudah bisa mendapatkan rezelo melalui minta-minta.
"Kepada warga masyarakat, kalau ingj membantu atau sedekah ada tempat-tempatnya. Karena kalau tidak ada yang memberi di tempat-tempat umum. Maka mereka akan cape dengan sendirinya dan berhenti menjadi manusia silver itu," tandasnya.
Diketahui, sebuah foto viral di media sosial yang memperlihatkan seorang perempuan yang menjadi manusia silver dengan membawa balitanya di kawasan SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan.
Dalam foto yang diunggah akun Instagram @Tangsel_Update itu, terlihat sang perempuan menggendong seorang balita. Namun, terlihat bayi itu turut dicat berwarna silver wajah, lengan, hingga kaki.
Berita Terkait
-
Kasus Bullying Sekolah Internasional Tangsel Damai, Menteri PPPA: Anak Berhak Mendapatkan Rasa Aman
-
Kepala Dispora Tangsel Mukroni Mundur, Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3
-
Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank
-
KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi
-
KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi
-
Mas Dhito Cek Langsung Progres Pembangunan Museum Tahap 3
-
Project of the Year Indonesia 2026, Apa yang Membuat Kawasan Ini Dilirik?
-
Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir & Syukur Kepada 1.232 Anak Binaan