SuaraJakarta.id - Grafiti berisi tulisan satire kini muncul lagi dan viral diberbagai akun Instagram. Grafiti satire itu berada di sebuah tembok di Jalan Taman Bintaro Barat, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Isi tulisan grafiti tersebut menyentil soal koruptor. Grafiti satire itu bertuliskan 'Koruptor Dirangkul, Rakyat Kecil Dipukul'.
Grafiti tersebut viral usai diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta yang diunggah pada Rabu (6/10/2021).
Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat tulisan 'Koruptor Dirangkul' dibuat dengan cat warna merah, serta terdapat cap tangan lima jari.
Sedangkan tulisan 'Rakyat Kecil' dibuat dengan cat warna putih dan kata 'Dipukul' dibuat dengan cat warna merah.
Kini, grafiti Koruptor Dirangkul, Rakyat Kecil Dipukul itu telah dihapus.
Pantauan SuaraJakarta.id—grup Suara.com—di lokasi, grafiti tersebut sudah dihapus dengan ditimpa dengan cat warna putih.
Di sisinya tersisa sedikit cat warna hitam yang menjadi dasar grafiti tersebut.
Grafiti satire itu berada di samping tempat bermain dan Musholla Al-Hasanah yang tak jauh dari Taman Bintaro Barat, Kelurahan Bintaro.
Baca Juga: Johnnie Walker Gaet Seniman Hardthirteen, Dorong Kolaborasi Lewat Seni Grafiti
Temboknya, berukuran tinggi sekira 2 meter lebih dan panjangnya lebih dari 5 meter. Lokasinya, berada jauh dari rumah penduduk dan masuk ke wilayah RT 12 RW 11.
Di bawah tembok tersebut, terlihat bekas cat warna merah dan putih. Serta plastik bening bekas bungkus cat warna putih.
Sementara itu, Bhabinkamtibnas Kelurahan Bintaro Polsek Pesanggrahan, Aiptu Sunarto mengaku, tak tahu-menahu soal grafiti satire itu.
Dia hanya tahu setelah ramai di medsos pada Selasa (5/10/2021).
"Ramainya Selasa kemarin, tapi saya juga kurang tahu karena bukan kewenangan saya," singkatnya ditemui di Kelurahan Bintaro, Kamis (7/10/2021).
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Viral Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Langsung Klarifikasi
-
Viral Video Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Mengapa Kita Tak Boleh Asal Menghakimi?
-
Kronologis Siswa SMA Serang Guru dengan Kampak: Disaksikan Publik Lewat Live Facebook
-
Terlalu Sempurna untuk Menjadi Nyata: Cerita AI yang Rusak Kepercayaan Warga Threads
-
Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal
-
Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah
-
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung
-
Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley
-
Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres