Sedangkan tulisan 'Rakyat Kecil' dibuat dengan cat warna putih dan 'Dipukul' dibuat dengan cat warna merah.
Kini, grafiti satire koruptor itu telah dihapus. Pantauan SuaraJakarta.id di lokasi, grafiti tersebut dihapus dengan ditimpa dengan cat warna putih. Di sisinya tersisa seidikt cat warna hitam yang menjadi dasar grafiti tersebut.
Grafiti itu berada di samping tempat bermain dan Musholla Al-Hasanah yang tak jauh dari Taman Bintaro Barat, Kelurahan Bintaro.
Temboknya, berukuran tinggi sekira 2 meter lebih dan panjangnya lebih dari 5 meter. Lokasinya, berada jauh dari rumah penduduk dan masuk ke wilayah RT 12 RW 11.
Di bawah tembok tersebut, terlihat bekas cat warna merah dan putih. Serta plastik bening bekas bungkus cat warna putih.
Ramai Sejak Malam Minggu
Sementara itu, Saan Ketua RT menerangkan, grafiti satire itu sudah ramai sejak Sabtu malam (2/10/2021). Bahkan, pihak kelurahan, Polsek dan TNI sudah meninjau ke lokasi.
Tetapi Saan mengaku dirinya baru melihat langsung grafiti tersebut pada Minggu pagi (3/10/2021).
"Malam Minggu sudah ramai di situ, Pak Lurah dan polsek-TNI sudah pada mantau juga. Tapi saya baru lihat langsung besok paginya," katanya ditemui di kediamannya, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga: Grafiti "Koruptor Dirangkul, Rakyat Kecil Dipukul" di Bintaro, Begini Kesaksian Ketua RT
Saan menerangkan, hingga saat ini pembuat grafiti satire itu belum diketahui. Pasalnya, di lokasi sekitar tak ada kamera pengawas atau CCTV.
"Mungkin dibuatnya malam pas lagi sepi. Sampai sekarang belum ketahuan yang buatnya siapa, lagi dicari, kan nggak ada kamera CCTV juga. Tapi kayaknya bukan pemuda sini," terang Saan.
Soal tulisan satire dalam grafiti tersebut, Saan menganggap hal itu dilakukan oleh remaja atau orang dewasa. Pasalnya, isi tulisannya pun yang bisa dipahami orang dewasa yakni menyinggung soal koruptor.
"Kalau menurut saya, tulisan itu pemikiran yang buat pemasukan (kritik) aja, ada juga mungkin yang punya kepentingan politik. Kalau (pembuatnya) anak-anak, mungkin hanya sekedar gambar," ungkap Saan.
"Tapi kayaknya (pembuatnya) orang dewasa, kata-kata itu bukan dipahami anak-anak lagi. Kalau dibilang kenakalannya bisa dibilang (yang dilakuin) remaja-remaja mungkin," papar Saan.
Terpisah, Bhabinkamtibnas Kelurahan Bintaro Polsek Pesanggrahan Aiptu Sunarto mengaku, tak tahu-menahu soal grafiti satire tersebut. Dia hanya tahu setelah ramai pada Selasa (5/10/2021).
Berita Terkait
-
Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina
-
Alasan Gus Faruq Ceramah Dalam Kubur: Cara Dekatkan Diri ke Allah SWT
-
Viral Ulama NU Ceramah Dalam Kubur, Seluruh Badan Dipocong Hingga Ditimbun dalam Tanah
-
Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?
-
Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
Terkini
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD