SuaraJakarta.id - Pesilat DKI Jakarta Puspa Arumsari berhasil merebut medali emas di nomor seni tunggul putri PON XX Papua 2021, Senin (11/10/2021).
Meski begitu, pesilat berusia 28 tahun itu belum puas. Terutama dengan penampilannya yang dirasa masih kurang.
"Kalau dibilang puas, tidak. Untuk penampilan tadi masih kurang dari seperti biasanya," kata Puspa di GOR Toware, Jayapura, Senin (11/10/2021).
Dia mengungkapkan ketidakpuasannya itu terjadi setelah mengukur dan mengevaluasi diri dari latihan-latihan sebelum partai final PON 2021 Pencak Silat.
"Saya yang bergerak setiap hari jadi tahu di mana kemampuan saya," tandas Puspa.
Kendati demikian, juara dunia 2016 itu mengaku bersyukur atas pencapaiannya dalam pesta olahraga terbesar setanah air ini.
Puspa bertekad akan lebih memaksimalkan penampilannya di atas gelanggang pada masa mendatang agar bisa memberikan yang terbaik kepada DKI Jakarta dan Indonesia di kancah internasional.
Kurang maksimalnya penampilan perempuan kelahiran 10 Maret 1993 tersebut tidak lepas dari statusnya sebagai juara dunia, Asian Games dan SEA Games, termasuk juga sebagai peraih medali emas silat PON Jawa Barat 2016.
Pesilat berdarah Sunda ini juga mengaku kurang maksimal tampil di gelanggang karena tingginya tekanan dari penonton yang berada di GOR Toware.
Baca Juga: PON Papua: Karateka M Ivan Fairuz Sumbang Emas untuk Jawa Barat
Akan tetapi, dia mengaku bisa segera melepaskan tekanan itu sampai akhirnya menjadi yang terbaik setelah mengalahkan pesilat Jawa Barat dan Bali. [Antara]
Berita Terkait
-
Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa
-
Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat
-
Ulang Tahun, Pramono Klaim Perekonomian Jakarta Tumbuh Hampir 6 Persen
-
Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi