SuaraJakarta.id - Badan Narkotika Nasional atau BNN Kota Jakarta Utara menggagalkan rencana peredaran narkotika jenis sabu seberat 508,3 gram di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Kami dapat informasi masyarakat melalui aplikasi Si Pitung terkait rencana peredaran narkotika yang dilakukan pria berinisial AF," kata Kepala BNN Jakarta Utara, AKBP Bambang Yudhistira, pada konferensi pers di Kantor BNN Jakarta Utara, Selasa (23/11/2021).
Menurut Bambang, dari informasi tersebut, tim melakukan pengawasan terhadap AF mulai dari Jakarta hingga ke Parung Bogor. Tim polisi kemudian menangkap AF di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin,15 November 2021.
Dalam pengawasan sebelum ditangkap, polisi mengetahui AF mengambil kantong plastik kresek berisi enam plastik klip bening yang kemudian diketahui berisi 508,3 gram sabu, dari seorang berinisial S, yang sampai saat ini masih berstatus daftar pencarian orang atau DPO.
Bambang mengatakan, sabu yang dibawa AF rencananya akan diedarkan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pengungkapan AF diperkirakan memutus rantai penyebaran sabu terhadap 2.500 pemakai.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, tersangka AF mendapatkan perintah dari seseorang yang tidak dikenal. "Sistem peredaran narkoba ini dikenal dengan sistem sel terputus, jadi antara pengedar, pengendali, kemudian bandar, dan pengguna tidak saling kenal,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Juaini, memuji kerja keras Tim BNN Jakarta Utara yang menggagalkan peredaran narkotika sebagai salah satu upaya kolaborasi dalam wadah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika/P4GN di Jakarta Utara.
Upaya lainnya seperti sosialisasi dan membentuk Kelurahan Bersih dari Narkoba atau Bersinar sehingga mampu mewujudkan zero penyalahgunaan narkotika di Jakarta Utara di masa mendatang.
“Atas nama Pemerintah Kota Jakarta Utara saya mengucap terima kasih dan penghargaan kepada BNN Kota Jakarta Utara yang telah menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu ini,” ujar Juaini.
Baca Juga: Tanah Ambles, Rob dan Banjir, Kini Warga Tambaklorok Hadapi Masalah Baru Bayi Stunting
Diketahui, AF yang kini mendekam di tahanan BNN Jakarta Utara dikenakan sangkaan Pasal 114 Ayat 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.
Termasuk sangkaan hukuman subsider yakni Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI