SuaraJakarta.id - Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya mengkaji ulang rencana perluasan gudang pendingin (cold storage) yang diklaim untuk mengakomodir kebutuhan daging bagi warga Ibu Kota.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim mengatakan, Perumda Dharma Jaya perlu menjelaskan lebih lanjut mengenai pangsa pasar ketika pembangunan gudang pendingin itu dilakukan, karena penyediaan gudang pendingin perlu memperhatikan sasaran pangsa pasar yang diharapkan.
"Kalau memang penambahan cold storage itu menjadikan bisnis Dharma Jaya, ini kembali ketika membangun cold storage ujung-ujungnya adalah PMD (Penyertaan Modal Daerah). Maka kita perlu tahu pangsa pasar yang sudah mendaftar ke Dharma Jaya itu siapa dan berapa untuk memenuhi penyewaan cold storage itu," kata Nur Afni saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Menurut Nur Afni, jika penyediaan gudang pendingin hanya menyasar untuk kebutuhan pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP), maka perlu dipertimbangkan dengan besaran biaya operasional yang akan dikeluarkan untuk gudang pendingin dimaksud.
"Karena Dharma Jaya ini merugi, dikasih KJP pun masih merugi. Bisnis tambahan mereka ini apa, sekarang kalau mereka mau menyewakan cold storage, misalnya, pangsa pasarnya apakah sudah siap atau belum, jangan akhirnya cold storage dibangun malah merugi juga karena biaya operasional tinggi," ujar Nur Afni.
Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD Perumda Dharma Jaya, baru-baru ini kembali mewacanakan perihal pembangunan gudang pendingin teranyar berkapasitas 5.000 ton guna mencegah ketersediaan stok daging sapi dan ayam di ibu kota.
Penambahan gudang pendingin juga nantinya akan mendukung kapasitas eksisting yang sebelumnya dimiliki Perumda Dharma Jaya sebanyak 32 unit dengan kapasitas daya tampung masing-masing 25 ton dan menghasilkan kapasitas cold storage sebesar 800 ton.
Rencananya, gudang pendingin teranyar ini akan dibangun di Penggilingan Cilincing Jakarta Timur di lahan tanah seluas 9.000 meter. Namun, belum terungkap besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk pembangunan cold storage tersebut.
Atas dasar itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Manuara Siahaan juga menyarankan Perumda Dharma Jaya lebih memprioritaskan pembenahan neraca keuangan ketimbang ekspansi bisnis. Apalagi BUMD yang bergerak di bidang ketahanan pangan ini masih terindikasi merugi hingga saat ini.
Baca Juga: Buat Rekomendasi Sepihak Soal TransJakarta, Ketua Komisi B DPRD DKI Dilaporkan ke BK
"Saat ini dia lagi collaps, wong Dharma Jaya merugi terus kok. Prioritas adalah penyehatan keuangannya, bukan ekspansi," tuturnya.
Selain itu, Manuara juga berharap agar Perumda Dharma Jaya sebaiknya menyiapkan strategi bisnis yang efektif dalam menjaring masyarakat sebagai konsumen hingga perbaikan tata kelola aset.
"Optimalisasi unit-unit produksinya, tingkatkan dan rebut market untuk peningkatan penjualan, lalu sehatkan organisasi usaha. Perhatikan asset yang masih dikuasai pihak ketiga agar diselesaikan kalau ada," ujar Manuara.
Tag
Berita Terkait
-
ROG Flow Z13-KJP Resmi Meluncur: Tablet Gaming Paling Powerful di Dunia, Cuma 50 Unit di Indonesia!
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Cara Daftar Antrean KJP Pangan Bersubsidi DKI Jakarta 2026, Cek di Sini!
-
Antrean KJP Online Sampai Tanggal Berapa? Cek Batas Akhir Pendaftaran Sembako
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Sambut Idulfitri 1447 H, BWH Hotels Indonesia Hadirkan Kampanye "Raya Bersama"
-
Imsak Jam Berapa di Jakarta Rabu 11 Maret 2026? Cek Jadwal Imsak dan Waktu Sahur
-
5 Cara Sederhana Agar Tidak Melewatkan Malam Lailatul Qadar, Jangan Sampai Menyesal Setelah Ramadan
-
Ekosistem Trading Kripto Naik Kelas Lewat Program VIP dengan Beragam Fasilitas Eksklusif
-
Maghrib Jam Berapa di Jakarta Hari Ini? Cek Jadwal Buka Puasa Selasa 10 Maret 2026