SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sudah melakukan penanganan banjir secara cepat. Bahkan, ia mengklaim sebagian wilayah yang kebanjiran kini sudah surut.
Nyatanya, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta, saat ini ada 102 RT yang kebanjiran. Kondisi ini terus memburuk sejak banjir mulai melanda sejumlah kawasan ibu kota sejak Selasa (18/1) siang.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Insyaf mengatakan ada lima Kelurahan yang kebanjiran. Empat Kelurahan yang terendam berada di Jakarta Barat dan satu lagi di Kelurahan Jakarta Utara.
Banjir di 102 RT ini bahkan membuat 1.194 warga harus mengungsi ke tempat aman karena air masuk ke pemukiman warga.
"Informasi genangan saat ini ada 102 RT atau 0,335 persen dari 30.470 RT dan 1 ruas jalan tergenang yang ada di DKI Jakarta," ujar Insyaf kepada wartawan," Rabu (19/1/2022).
Banjir di Jakarta Barat menggenangi 93 RT. Di Kelurahan Tegal Alur ada 34 RT kebanjiran dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.
"Penyebabnya curah hujan tinggi, rob dan luapan kali Semongol," tuturnya.
Karena banjir itu, 965 jiwa dari 234 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Lokasi pengunsian tersebar di 11 tempat, di antaranya adalah:
1. Rusunawa Binaan Tegal Alur
2. Musholla Al-Hidayah
3. Di Belakang Bubur Olo Olo
4. RPTRA Alur Anggrek
5. Masjid Darurohman
6. Majlis Ta'lim Al-Hikmah
7. RPTRA Kemuning
8. Majlis Ta'lim Durrotul Abiddin
9. Musholah Al-ikhlas
10. Masjid Nurul Hidayat
11. Majelis Nurul Husna
Selanjutnya, banjir di Kelurahan Kamal, Jakarta Barat melanda 32 RT karena curah hujan tinggi dan banjir rob. Ketinggian air yang menggenang berkisar 40 sampai 50 sentimeter.
64 orang dan 23 KK pun terpaksa mengungsi di Majelis Ta'lim Nurul Hidayah.
19 RT di Kelurahan Cengkareng Barat juga terendam air setinggi 50 sampai 80 sentimeter. 130 jiwa dari 45 KK juga harus diungsikan sementara waktu ke Musholah Al-Hidayah RT 07 RW 10, Masjid An nur, dan Reddoorz.
"Penyebabnya Curah Hujan Tinggi dan ROB " ucapnya.
Lokasi terakhir di Jakarta Barat adalah Kelurahan Kapuk. Delapan RT terendam banjir karena curah hujan tinggi.
Di Jakarta Utara terdapat sembilan RT kebanjiran di Kelurahan Cilincing dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. 35 orang dari delapan KK juga harus mengungsi di Kantor Sekretariat RW. 01.
"Penyebabnya curah hujan tinggi dan Luapan Kali Begog," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Imsak Jakarta 18 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Tiket KA Jakarta-Yogyakarta Tiba-Tiba Rp135 Ribu, Pemudik Membludak hingga Tembus 104 Persen
-
Minat Investor Melonjak, Perdagangan Aset Global Berbasis Tokenisasi Makin Dilirik
-
Imsak Jakarta 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan