SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bakal menindak tegas izin usaha atau izin operasi perusahaan, mal dan perkantoran yang melanggar protokol kesehatan (prokes).
Ancaman tersebut ditegaskan Riza lantaran tingginya penularan Covid-19, terutama varian Omicron di Jakarta.
"Aparat kami akan terus mengawasi, dan bagi warga Jakarta atau daerah manapun kalau melihat di DKI Jakarta ada restoran pasar, mall, tempat perkantoran sekalipun kantor kami sendiri yang melanggar Prokes, laporkan kepada kami. Segera hari itu akan kami hadir dan kami tindak beri sanksi. kami tidak akan segan mencabut izin dari unit yang melanggar," kata Riza seperti dikutip Wartaekonomi.co.id-jaringan Suara.com pada Minggu (30/1/2022).
Untuk menegakan aturan tersebut, pihaknya bakal terus meningkatkan upaya monitoring terhadap aktivitas masyarakat dan para pelaku usaha.
Monitoring tersebut bertujuan untuk mencegah agar aturan Prokes ditegakan.
"Tingkatkan berbagai fasilitas tenaga, monitoring pengawasan evaluasi dan Satgas-Satgas terus dioptimalkan kembali dihadirkan kembali semuanya. kemudian dilakukan rapat-rapat evaluasi rutin dan berkala dan juga kita akan memberikan sanksi bagi unit-unit kegiatan apakah pasar, restoran, mal, pabrik yang melanggar kami akan beri sanksi," ujarnya.
Kekinian, dia mengemukakan perkembangan varian Omicron terus meningkat. Bahkan, transmisi lokal Omicron kini cenderung meningkat untuk penyebaran Omicron di Jakarta.
"Sudah mencapai 2.526 orang. Dan menarik lagi kasus lokal meningkat sudah mencapai 1.152 atau 44 persen. ini sebentar lagi terbalik sebelumnya kasus impornya yang besar sekarang yang lokal," katanya.
Meski varian Omicron tidak berbahaya seperti varian Delta, namun ia menegaskan hal itu tidak bisa dipandang enteng.
Menurutnya, varian Omicron tetap saja mengancam keselamatan warga. Apalagi, pola penularannya terjadi lebih cepat di masyarakat.
"Sekalipun Omicron tidak berbahaya seperti varian delta tapi jangan dianggap enteng karena ada kasus omicron yang meninggal di Jakarta sekalipun memang ada komorbid," katanya.
Untuk diketahui, jumlah kasus pasien positif yang terjangkit Covid-19 di Jakarta masih bertambah. Pada Minggu (30/1/2022), dilaporkan ada 6.613 orang lagi dilaporkan terjangkit virus yang pertama kali ditemukan di China itu.
Angka penularan Covid-19 di Jakarta belakangan mengalami lonjakan. Apalagi setelah masa libur natal dan tahun baru berakhir serta munculnya varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron.
Total akumulasi seluruh pasien positif Covid-19 berjumlah 908.084 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan