SuaraJakarta.id - Pengurus Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, meniadakan pesta kembang api dan atraksi barongsai saat malam maupun Tahun Baru Imlek.
Kebijakan ini guna menekan penyebaran COVID-19 di Jakarta yang mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir.
Rendy Rustandi, pengurus Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin mengatakan, sejak awal pandemi, pihaknya memutuskan menutup pintu utama sebagai bentuk dukungan pencegahan COVID-19.
"Cuma sembahyang aja secara silih berganti. Jadi hanya sembahyang biasa aja. Jemaat juga tahu kalau itu sudah berlangsung beberapa tahun kemarin. Kita kan dari awal dari pandemi pintu gede ditutup, yang dibuka pintu kecil aja," ujarnya, Senin (31/1/2022).
Rendy mengungkapkan, pihaknya mengedepankan penerapan protokol kesehatan terhadap jemaatnya saat sembahyang pada Tahun Baru Imlek, Selasa (1/2/2022) besok.
"Protokol kesehatan tetap dikedepankan. Kita sudah sediakan (tempat) cuci tangan. Setiap warga yang datang wajib cuci tangan. Kalau untuk pengukuran suhu ada pintu masuk secara mandiri," kata dia.
Dia mengatakan, pelaksanaan ibadah Imlek bagi jemaat tetap berlangsung seperti biasa.
"Orang dari luar mau datang silahkan, tapi ini pandemi gini kan semua ditiadain. Sebenarnya kalau ga ada pandemi begini massa banyak tiap tahun," kata Rendy.
Dia memperkirakan jemaat mulai mendatangi klenteng pada pukul 21.00-22.00 dan pukul 00.01 WIB karena bertepatan dengan pergantian tahun.
Baca Juga: Satpol PP Jakarta Timur Kerahkan 130 Personel Amankan Vihara Saat Imlek
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengimbau seluruh elemen masyarakat agar taat menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat merayakan Tahun Baru Imlek karena saat ini terjadi peningkatan kasus COVID-19.
Munjirin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (28/1) mengatakan, warga yang merayakan Imlek harus mematuhi kapasitas rumah ibadah guna mencegah penyebaran COVID-19.
"Dalam rangka perayaan Imlek, kita semua warga masyarakat yang akan melakukan perayaan, karena kita masih dalam PPKM level 2, semua peraturan sudah jelas di level 2, berapa persen bisa melakukan, kemudian protokol kesehatan, semuanya harus dipatuhi," ujar Munjirin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Investor Pasar Modal RI Tembus 32,7 Juta, BEI Hadirkan Edukasi Saham hingga ETF Emas
-
Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G