SuaraJakarta.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah ancang-ancang menghadapi ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi bakal terjadi Februari-Maret 2022.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan saat ini pihaknya menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi lonjakan kasus di gelombang ketiga Covid-19.
Diantaranya yakni mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat RT yang sudah mati suri ketika kasusnya landai.
"Saya minta Satgas covid direaktivasi sampai ke tingkat RT, oleh camat dan lurah. Sebelumnya relatif belakangan ini enggak aktif bisa dibilang mati suri ya. Saya tugaskan Asisten 1 dan Kabag Pemerintahan untuk melakukan pemantauan, terus kelilingm kalau perlu sambil membawa masker," kata Benyamin ketika dikonfirmasi SuaraJakarta.id, Rabu (2/2/2022).
Selain itu, Benyamin juga menerangkan pihaknya bakal menyiagakan seluruh rumah sakit yang melayani perawatan Covid-19. Saat ini, kata Benyamin, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) masih aman.
"Sementara ini tingkat keterisiaan BOR-nya masih 28 persen. Tapi saya minta ke Dinkes untuk melakukan cek dan ricek ke-22 RS yang menjadi rujukan penanganan Covid-19," ungkap Benyamin.
Jika pihak rumah sakit kewalahan dalam menangani lonjakan Covid-19 di gelombang ketiga, tak menutup kemungkinan Pemkot Tangsel bakal menambah jumlah kapasitas bed di rumah sakit.
"Kalau memang harus dilakukan penambahan dicatat harus menambahnya, sekarang ini total tersedia 500 tempat tidur untuk isolasi dan untuk ICU, tersedia 52 yang eksisting sekarang bisa saja nanti ditambah saat waktunya," papar Benyamin.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr Allin Hendallin Mahdaniar mengungkapkan kondisi kesiapan rumah sakit saat ini menghadapi lonjakan Covid-19.
Baca Juga: IDI Sebut Indonesia Sudah Masuk Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Kata Satgas
Dari data yang dimiliki, saat ini jumlah rumah sakit yang menerima rujukan Covid-19 sebanyak 19 rumah sakit, dengan jumlah bed isolasi 442 dan ICU sebanyak 45. Sedangkan jumlah sumber daya manusia yang siap melayani pasien Covid-19 di RS sebanyak 3.799.
Sedangkan untuk isolasi terpusat (Isoter) di Kota Tangerang Selatan mempunyai 362 bed untuk pasien Covid tanpa gejala atau tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri di rumah.
"Untuk jumlah ketersediaan oksigen rumah sakit pemerintah, tabung oksigen besar (6m3) sebanyak 263 tabung, oksigen kecil (1m3) sebanyak 54 tabung, oksigen liquid (m3) sebanyak 1.899,45 m3 dan oksigen konsentrat sebanyak 43. InshaAllah aman," ungkap Allin.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 JICC: Ekosistem Halal dan Edukasi Dalam Satu Gelaran
-
Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang
-
Tim ERT Gosowong Hadir di Tengah Duka, Bantu Warga NTT Bangkit Pascagempa
-
Terbang dari Gamalama-Gamkonora, Zita Anjani Buktikan Perempuan Punya Ruang untuk Bereksplorasi
-
BRI KPR Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Tawarkan Tenor hingga 30 Tahun