Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Senin, 28 Februari 2022 | 16:44 WIB
Pejuang Pertahanan Teritorial Ukraina menguji peluncur granat otomatis yang diambil dari kendaraan infanteri Rusia GAZ Tigr yang hancur setelah pertempuran di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]

"Ini sangat disayangkan terjadi konflik kakak-adik. Hal ini bisa diredamkan dengan budayanya sendiri," kata Sopian.

Supian yang pernah tinggal tujuh tahun di Moskow dan Voronezh di perbatasan Rusia-Ukraina, menyebut banyak warga negara Ukraina yang sehari-hari sekolah ataupun bekerja di Rusia.

Dua di antaranya berasal dari Provinsi Donestk dan Provinsi Luhansk, wilayah di Ukraina yang akhirnya diakui kedaulatannya oleh Rusia.

Setiap akhir pekan, kata dia, mereka yang beraktivitas di Rusia mudik ke Ukraina.

Baca Juga: Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Konflik Kakak-Adik, Pakar: Bisa Diredam dengan Budaya

Seorang wanita meletakkan bunga di luar kedutaan Ukraina di Moskow, setelah Rusia melancarkan operasi militer besar-besaran di Ukraina (24/2/2022). [ANTARA/Reuters/as]

"Secara kekerabatan masyarakat, sebenarnya tidak ada masalah. Sampai sekarang pun masyarakat Rusia dan Ukraina biasa saja," katanya.

Warga Ukraina etnis Rusia banyak bermukim di sana sejak dulu. [Antara]

Load More