SuaraJakarta.id - Kepolisian mengimbau pesepeda agar tidak menyimpan handphone (HP) di saku belakang guna mengantisipasi terjadinya penjambretan.
"Dengan melihat modus-modus operandi pelaku kejahatan, khususnya pencurian dengan pemberatan terhadap korban komunitas sepeda ini, selalu sama, mengambil HP yang ada di (saku) belakang," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi dalam konferensi pers terkait aksi penjambretan di Polres Metro Jakata Pusat, Kamis (10/3/2022).
Hengki menjelaskan, modus yang digunakan tersangka pelaku jambret memiliki pola yang sama.
Umumnya, para pelaku penjambretan selalu mengamati pesepeda yang menyimpan HP di kantong belakang.
Kemudian mengintai hingga mendapat kesempatan yang tepat untuk mengambil telepon genggam tersebut.
Terkadang, korban pesepeda mengalami luka parah atau dampak fatal lainnya karena terjatuh saat berkecepatan tinggi saat dijambret.
"Karena itu, kita imbau kepada masyarakat bagaimana kita menghindari kejahatan, untuk tidak lagi menyimpan HP di kantong belakang, karena ini rawan pencurian," kata Hengki.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan, kronologi penjambretan terhadap korban pesepeda yang melintas di jalan layang (flyover) dekat TVRI pada 2 Maret lalu.
Kedua tersangka adalah NJ alias N (32) berperan sebagai joki yang menjadi pembonceng tersangka lainnya, yaitu HS alias B (32) yang berperan sebagai pemetik telepon genggam korban atau yang dibonceng.
Sebelum melakukan aksinya, tersangka sudah melihat korban yang bersepeda menyimpan telepon genggamnya di bagian belakang baju.
"Ini digunakan korban untuk menaruh 'handphone'-nya, inilah yang mencoba diambil tersangka," kata Zulpan.
Namun, tersangka tidak berhasil mengambil HP korban karena diteriaki oleh saksi seorang fotografer yang berada di TKP.
Dari foto-foto yang berhasil ditangkap oleh sang fotografer, aksi penjambretan itu pun viral di media sosial setelah diunggah oleh "influencer" Dokter Tirta.
Melalui akun instagramnya, Dokter Tirta mengunggah sejumlah foto yang menangkap aksi penjambretan dengan sasaran korban pesepeda di jalan layang Senayan dekat TVRI.
"Senin 2 hari lalu mereka beraksi d area dalkot - sudirman dan bekasi skrng di area TVRI," tulis Dokter Tirta dalam akunnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Mas Dhito Bakal Rehab Puskesmas Tiron Pasca Kebakaran
-
Konsisten Lakukan Pengawasan Pekerjaan Stadion, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Kontraktor
-
Kembalinya Shin Tae-yong ke Indonesia, Dulu Didepak PSSI, Kini Dirangkul Erick Thohir?
-
Menanti Sidang Vonis Penganiayaan Andrie Yunus, Akankah Hakim Militer Hukum Berat 4 Oknum TNI?
-
5 Fakta Mengapa Persija Memilih Shin Tae yong, Nomor 3 Paling Ditunggu Jakmania