"Bukan, gak ada warga sini. Kota Bambu Alhamdulillah, anak-anak sudah ke masjid dan main silat, Alhamdulillah gak ada di sini (yang terlibat tawuran)," ujarnya saat di temui di lokasi, Rabu (16/3/2022).
Pemilihan lokasi tersebut sebagai arena tawuran lantaran jalan Kota Bambu Utara II merupakan akses jalan umum yang terbuka.
Pantauan Suara.com di lokasi, tidak ada portal atau gerbang penutup jalan sehingga menjadi tempat 'favorit' melakukan tawuran. Sementara Jalan Kota Bambu Utara lainnya memiliki portal atau gerbang penutup akses jalan.
"Kebetulan di sini hampir rutinitas sebagai ajang tawuran, karena kan semua udah tutup nah ini KBU gak ditutup, jadi di sini sebagai arena aja," ucapnya.
Ke depannya, warga secara kolektif akan membuat gerbang penutup akses jalan ketika malam hari. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya tawuran.
"Kamis mulai dipagar, biar gak tawuran mulu di sini. Tadi saya habis beli besi itu, mudah-mudahan sebelum puasa sudah rapi," tandasnya.
Kontributor : Faqih Fathurrahman
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar