SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan kurma sebagai kudapan wajib saat sahur dan berbuka puasa bersama keluarganya pada Ramadhan 1443 Hijriyah.
"Sahur saya simple saja sedikit. Jadi saya selalu mengakhiri sahur dengan makan kurma tiga," kata Anies di Pendopo Balai Kota Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Ia mengatakan, memakan kurma karena merasa nyaman dan enak di perut usai sahur. Sedangkan saat buka puasa diawali dengan memakan kurma tiga buah dan air putih agar sesuai sunah.
Untuk menu utama sahur, dia mengatakan, tidak menyiapkan makanan khusus, hanya menyantap makanan yang disediakan di rumah.
"Kalau sahur tergantung yang lagi disediakan apa di rumah, tidak ada yang khusus. Tapi penutupnya selalu kurma karena rasanya lebih enak di perut," ujarnya.
Untuk pelaksanaan shalat tarawih pertama, dia akan melakukannya di rumah. Sedangkan untuk Shalat Id, Anies belum memiliki rencana tempat karena masih lama.
Namun, tahun lalu ketika kasus Covid-19 sedang tinggi, Anies mengadakan Shalat Id bersama keluarga besarnya di kediaman pribadinya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal