Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah | Ummi Hadyah Saleh
Kamis, 31 Maret 2022 | 22:01 WIB
Kebakaran menghanguskan ratusan kios Lenggang Jakarta di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2022). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan pihaknya akan mengecek terkait penyebab kebakaran 204 kios Lenggang Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Riza mengatakan terbakarnya 204 kios di Lenggang Jakarta, menjadi perhatian Pemprov DKI untuk lebih berhati-hati agar tidak terjadi kejadian serupa.

"Nanti kami akan pastikan, cek apa sesunguhnya yang menjadi penyebab kebakaran itu. Mudah-mudahan ke depan tidak terulang lagi," ujar Wagub DKI di Balai Kota Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Riza menuturkan bahwa masalah kompor, colokan hingga puntung rokok masih menjadi penyebab kebakaran. Sehingga ia meminta agar semua masyarakat berhati-hati.

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Penyebab Kebakaran 204 Kios Lenggang Jakarta

"Memang masalah kompor, colokan, ini masih menjadi penyebab banyaknya kebakaran bahkan puntung rokok juga kadang menjadi penyebab kebakaran di Jakarta. Untuk itu mari kita lebih hati-hati," papar Wagub DKI.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ditemui awak media di Balai Kota Jakarta, Senin (21/3/2022). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

Politisi Partai Gerindra itu bersyukur tak ada korban jiwa dalam kebakaran kios Lenggang Jakarta.

Lebih lanjut, Riza pun menegaskan Pemprov DKI akan segera memperbaiki 204 kios yang terbakar tersebut.

"Kami bersyukur nggak ada korban jiwa, tapi dengan melihat banyaknya kios terbakar tentu kita prihatin dan ke depan nanti kita akan perbaiki kembali," ungkap Wagub DKI.

Ketika ditanya soal kerugian yang ditaksir dari 204 kios yang disebut pengelola mencapai Rp 20 miliar, Riza menegaskan pihaknya akan mengecek nilai kerugian.

Baca Juga: Polisi Periksa 4 Orang Terkait Kebakaran Kios Lenggang Jakarta, Salah Satunya Pemilik Kios

Riza menambahkan, Pemprov DKI akan mencarikan solusi terkait pembangunan kios yang baru bagi para pedagang.

Load More