Rizki Nurmansyah
Senin, 04 April 2022 | 17:30 WIB
Ilustrasi jemaah Ahmadiyah. [Suara.com/Ema Rohimah]

Zainudin mengatakan, pernah mendapat intimidasi dari satu ormas Islam lain, yakni Front Pembela Islam (FPI). Organisasi yang kini masuk dalam kategori organisasi telarang itu pernah menyerang Masjid Al Mubarak, karena dianggap sesat.

"Kita pernah dilempari batu sampai kotoran manusia. Tapi jemaah lainnya di sini yang ada yang terprovokasi dengan balas menyerang," ujarnya.

FPI, kala itu juga berupaya untuk menghasut ketua RT setempat dengan menyebut Ahmadiyah sebagai ormas yang menyimpang. Namun saat itu ketua RT setempat malah menentang pernyataan FPI.

"Pak RT di sini pernah mau dihasut sama mereka (FPI) tapi pak RT malah ngebela kita. Karena kita kan gak pernah buat ulah, kita juga baik sama orang-orang. Lagian kita kan keturunan asli sini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Masjid Al Mubarak, Rafi Ahmad membenarkan terkait hal tersebut. Namun saat itu ia belum menjadi ketua Masjid Al Mubarak.

Saat itu, kata Rafi, sempat terjadi gesekan antara jemaah Ahmadiyah yang bertempat di Masjid Al Mubarak dengan jemaah Masjid Al Birru Warrohmah yang berhadapan.

Rafi menyebut jemaah Al-Birru Warrohmah sempat terprovokasi isu yang dihembuskan FPI. Namun setelah itu, mereka kembali hidup rukun berdampingan.

"Ya dulu pernah, saat itu FPI termasuk dari sana (masjid Al Birru) terhasut juga ya sempat, tapi ya setelah itu adem-adem lagi. Saya simpulkan ini hanya sesaat aja, sekarang tenang-tenang aja," tuturnya.

Kontributor : Faqih Fathurrahman

Baca Juga: Mendesak Polisi Ungkap Kematian Tahanan di Polres Jaksel: Freddy Idap HIV dan Minum Obat Jantung Tiap Hari

Load More