Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Senin, 04 April 2022 | 19:30 WIB
Sejumlah murid mengikuti PTM 100 persem di SDN Pondok Labu 01, Jakarta, Senin (3/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen mulai 1 April lalu. Kegiatan ini tetap dijalankan meski sudah memasuki bulan Ramadhan.

Kepala Sub Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan, justru pelaksanaan PTM saat bulan Ramadhan akan lebih aman bagi siswa dan guru.

Sebab, ketika berpuasa tidak ada kegiatan yang mewajibkan membuka masker. Para siswa hanya akan melakukan kegiatan belajar saja.

Makan dan minum bagi siswa muslim tidak dilakukan dan begitu juga pedagang makanan di dalam dan sekitar sekolah tak berjualan.

"Jadi justru (Ramadhan) yang paling aman tidak terjadi penularan," ujar Taga saat dihubungi, Senin (4/3/2022).

Meski demikian, Taga menyebut protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 tetap dijalankan. Pihaknya tetap mewaspadai potensi penularan saat PTM 100 persen di Jakarta.

Namun, ia menyebut yang menjadi perhatian adalah kegiatan setelah pulang sekolah.

"Justru yang dikhawatirkan adalah masyarakat umum dan sekolah, yang sore hari, ngabuburit pasti lebih banyak dan kumpul-kumpul," tuturnya.

Karena itu, ia meminta para orangtua dan wali murid untuk memantau anak-anaknya agar tidak bepergian sepulang sekolah dan langsung kembali ke rumah.

Baca Juga: Epidemiolog: PTM 100 Jangan Diartikan Satu Kelas Penuh

"Artinya yang perlu dikhawatirkan ketika pulang dari sekolah. Kepada orangtua untuk memantau putra-putrinya," pungkasnya.

Load More