SuaraJakarta.id - Ketua fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyayangkan tidak dihadirkannya klub sepak bola Persija Jakarta ke laga perdana di Jakarta International Stadium/JIS. Anggara menganggap Gubernur Anies Baswedan telah mengkhianati pendukung Persija, Jakmania.
Apalagi, kata Anggara, JIS dibangun dengan menggunakan APBD yang merupakan uang warga Jakarta. Seharusnya, Persija menjadi representasi dalam kompetisi International Youth Championship (IYC) sebagai bentuk penghargaan.
"Ini tidak bisa diterima, berdirinya (JIS) di atas tanah Jakarta, dibayar pakai uang pajak masyarakat Jakarta, tetapi tim kebanggaan Jakarta tidak diutamakan," ujar Anggara kepada wartawan, Kamis (14/4/2022).
Karena itu, Anggara meminta Anies segera mengukuhkan lebih dulu status JIS sebagai kandang dari Persija Jakarta. Apalagi, sudah sejak lama tim berjuluk Macan Kemayoran itu tak memiliki stadion kandang.
Pasalnya, stadion Lebak Bulus yang merupakan kandang sebelumnya sudah menjadi depo kereta Moda Raya Terpadu (MRT). Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK pun tidak selalu bisa dipakai sebagai tempat laga kandang.
"Jadi sudah sewajarnya saya pribadi sebagai salah satu fans fanatik Persija merasa marah ketika Persija tidak diprioritaskan di rumahnya sendiri," tuturnya.
Sebelumnya, kompetisi sepak bola International Youth Championship (IYC) 2021 akan bergulir di JIS pada 13-19 April 2022. Meski berlangsung di Jakarta, tim ibu kota Persija Jakarta justru tidak ikut.
Kondisi itu sempat menimbulkan pertanyaan. Kini, panitia IYC 2021 membeberkan alasannya ketika menghadiri konferensi pers di JIS, Selasa (12/4).
Seperti diketahui, IYC 2021 akan diikuti empat tim kelompok usia yakni Indonesia All Star U-20, Barcelona U-18, Atletico Madrid U-18 dan Bali United U-18.
Baca Juga: Politisi PSI Sayangkan Laga Pertama di JIS Tanpa Persija Jakarta
Klub yang disebut terakhir diajak menjadi peserta setelah Real Madrid U-18 berhalangan datang karena tengah menjalani sebuah turnamen di Spanyol.
Penunjukkan Bali United U-18 sempat menjadi perdebatan mengingat JIS berada di Jakarta yang memiliki tim tuan rumah. Apalagi, JIS digadang-gadang bakal menjadi home base Persija.
Chairman Pancoran Soccer Field Gede Widiade selaku penggagas acara pun angkat bicara. Dia menyebut pihaknya sudah mengajak Persija, tetapi tim yang bersangkutan tak dapat hadir.
Tim muda Persija Jakarta disebut kekurangan pemain karena sebagian penggawa mereka tengah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) bersama timnas Indonesia U-19 di Korea Selatan dan U-23 di Jakarta.
Meski begitu, dalam skuad Indonesia All Star ada dua pemain Persija Jakarta yang akan ikut bertanding. Salah satunya adalah Salman Alfarid.
"Persija sudah kami minta. Persija yang bagus-bagus pemainnya ke Korea Selatan. Tapi, mereka berikan dua pemain terbaik di EPA (Elite Pro Academy)," kata Gede Widiade dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/4).
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat
-
Dompet Tipis Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Cepat Memulihkan Keuangan di Akhir Bulan
-
Sentuhan Klasik di Destinasi Modern: Cerita dari Flea Market Indonesia Design District
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?