Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Jum'at, 03 Juni 2022 | 20:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan duduk di kursi kemudi mobil Formula E di Sirkuit Ancol, Jakarta Utara, Rabu (1/6/2022). [Dok. OC Formula E Jakarta]

"Kami enggak ngotot minta (sponsor), tapi ngotot untuk jadi bagian Indonesia," tuturnya.

Buka Suara

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga ikut buka suara terkait tidak adanya BUMN yang menjadi sponsor ajang balap mobil Formula E. Arya pun menyesalkan adanya pernyataan negatif berbagai pihak atas tidak adanya kontribusi BUMN di Formula E.

Menurut dia, BUMN sebenarnya ikut serta dalam sponsor Formula E. Bahkan PT Indosat Tbk (dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison), yang sebagian sahamnya turut dimiliki BUMN, telah menjadi salah satu perusahaan yang mendukung acara tersebut.

Baca Juga: Pengamat Soroti Kehadiran Sahroni Dalam Formula E Jakarta: Backing Politik Anies

"Karena tak ada kebijakan menghambat sponsorship bagi event yang dimaksud," ujar Arya dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (3/6/2022).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. [Suara.com/M Fadil]

Dia menyebut Kementerian BUMN menerima informasi bahwa sebagian dari korporasi di bawah BUMN menerima proposal sponsorship dari Panitia Penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 rata-rata sebulan sebelum event itu diselenggarakan.

Namun, jelas Arya, dalam mendukung event besar dan berskala internasional, BUMN memerlukan waktu untuk melakukan proses pengkajian sponsorhip.

"Termasuk juga melakukan pengkajian secara kelayakan bisnis dan model kerjasama agar memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG)," imbuh dia.

Lebih lanjut, papar Arya, proses pengkajian ini bervariasi di antara BUMN sesuai dengan peraturan di tiap perusahaan.

Baca Juga: Pengamat: Formula E Jakarta Jadi Perjudian Politik Anies

Pada umumnya BUMN menerima proposal event besar berskala nasional dan internasional paling cepat tiga bulan sebelumnya atau bahkan setahun sebelumnya.

Load More