Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Selasa, 21 Juni 2022 | 16:45 WIB
Sejarawan sekaligus Budayawan Betawi, Ridwan Saidi. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

SuaraJakarta.id - Sebanyak 22 nama jalan di Jakarta telah berubah nama. Puluhan nama jalan itu diubah dengan nama-nama tokoh Betawi berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sejarawan sekaligus budayawan Betawi Ridwan Saidi menampik pergantian nama jalan itu merupakan manuver politik Anies Baswedan di masa akhir jabatannya sebagai gubernur.

"Gak ada urusan sama (Pemilu) 2024, itu usul dari kalangan budayawan Betawi sendiri kok," kata Ridwan saat dihubungi Suara.com, Selasa (21/6/2022).

Ridwan mengatakan, banyak nama jalan di Jakarta selama ini menggunakan nama buah atau bunga. Hal ini menurutnya sangat tidak penting.

Baca Juga: Anies Ganti Sejumlah Nama Jalan di Jakarta, Sejarawan: Biar Penduduk Ngerti Tokoh Betawi

Dibandingkan nama-nama tersebut, lanjut Ridwan, alangkah lebih elok jika nama-nama jalan ini berganti dengan nama tokoh Betawi.

Ke depan, Ridwan mengklaim, pergantian nama bakal terus dilanjutkan. Sehingga masih banyak nama jalan di suatu wilayah yang bakal diganti.

"Banyak daripada nama jalan kagak karuan, jalan angrek lah, jalan ketimun. Itu kan segala nama rujak, bakal apaan. Kadang-kadang alfabet, jalan A sampai Z, itu digantilah," ungkap Ridwan.

Penggantian Nama Jalan di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengganti puluhan nama jalan dengan nama tokoh Betawi. Peresmian pergantian nama jalan di DKI Jakarta ini dilakukan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Baca Juga: Terkuak! Usulan Pergantian Nama Jalan Kebayoran Lama Jadi Jalan Bang Pitung di Rawa Belong

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai seluruh tokoh Betawi memiliki peran di masa lalu yang sangat berdampak bagi perjalanan kehidupan dan bisa dikenang untuk masyarakat Indonesia.

Load More