SuaraJakarta.id - Selama 1,5 tahun, seorang anak di bawah umur berinisial NAT (15) dijerumuskan ke dunia prostitusi di Jakarta.
Dia dipaksa melayani seks para lelaki hidung belang dan mengalami kekerasan.
Kasus itu sedang dalam penanganan Polda Metro Jaya dan sudah naik ke tingkat penyidikan, tetapi EMT (45) belum dapat ditangkap.
NAT terjerumus ke dunia prostitusi setelah mengikuti ajakan kenalannya, EMT, ke sebuah apartemen di Jakarta Barat pada tahun 2021.
Setelah sampai di apartemen, NAT tidak bisa pulang dan dia disuruh bekerja. "Diimingi-imingi cantik, dikasih uang," kata pengacara keluarga NAT, Muhammad Zakir Rasyidin, di Polda Metro Jaya, Kamis (15/9/2022).
Pada kenyataannya, pekerjaan yang diberikan kepada NAT adalah melayani seks.
Zakir menyebut NAT disekap dan diperdagangkan ke pria hidung belang.
Praktik prostitusi dijalankan di apartemen dan berpindah-pindah, tetapi masih di sekitar Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
"Disuruh layani tamu, disuruh hasilkan uang Rp1 juta per hari. Kalau tidak bisa disuruh bayar utang Rp35 juta. Jadi eksploitasi itu dalam bentuk penekanan," kata Zakir.
Sampai pada Juni 2022, NAT berhasil kabur dari apartemen dan dia mengadu kepada orang tuanya. Mereka kemudian melaporkan kasus yang dialami NAT ke kepolisian.
Zakir menduga EMT sebagai pemain lama karena menurut informasi yang dia dapatkan, EMT sudah pernah ditangkap.
"Terlapor ini sudah sering ditangkap. Dia sebagai mami, dia sebagai mucikari. Kamar yang disewakan itu ada 20-an kamar hanya untuk jajakan anak-anak di bawah umur," katanya.
Kasus itu kemudian diusut polisi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan EMT disangkakan melanggar Pasal 76 I Juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 12 dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.
"Hasil gelar perkara statusnya naik ke penyidikan," kata Zulpan, Jumat (16/9/2022). [rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
Bikin Resah! Warga Minta Lokalisasi di Belakang Kantor Kejari Bangka Selatan Ditutup
-
Pemilik Restoran Bongkar Sogok Polisi Rp1,75 Miliar Demi Bisnis Esek-esek Tak Diganggu
-
BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi
-
141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin
-
Bobol 5 Toko HP, 3 Anak di Padang Pakai Uang Curian untuk Beli Motor
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026
-
Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026
-
BRI Perluas Benefit Nasabah Prioritas melalui Kerja Sama Pendidikan dengan Sequoia School
-
Visa Presents Livin MARKT, Hadirkan Ratusan Creative Local Brand dengan Kemudahan Belanja
-
Diakui SWA Media, Sambu Group Masuk Jajaran Indonesian Living Legend Companies 2026