SuaraJakarta.id - Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok angkat bicara soal dibukanya kembali posko pengaduan warga di Balai Kota. Ia berharap masyarakat bisa merasakan dampak positif dari kebijakan ini.
Posko pengaduan ini awalnya diinisiasi oleh Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Kepala Daerah selanjutnya, Anies Baswedan lantas menghapusnya karena menurutnya aduan warga bisa disampaikan lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dan ke kantor Kelurahan.
Kebijakan ini lalu kembali diterapkan oleh Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Ia langsung membuka meja aduan di Pendopo Balai Kota setiap Senin-Kamis pagi hari.
Ahok pun merespons positif diterapkannya kembali kebijakan ini.
"Semoga banyak warga merasakan manfaatnya langsung," ujar Ahok saat dihubungi Suara.com, Rabu (19/10/2022).
Sebelumnya, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono kembali membuka posko pengaduan warga di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (18/10/2022) pagi. Ia pun meninjau langsung posko yang mulai dibuka pada 08.00 WIB ini.
Heru datang meninjau langsung posko ini. Ia melihat sejumlah warga diterima oleh petugas dan menyampaikan keluhannya.
Heru Budi yang pernah menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di era Ahok, mengakui memang aduan warga bisa disampaikan lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI) atau datang langsung ke Kelurahan.
Baca Juga: Ngadu ke Balai Kota, Heru Budi Hartono Ajari Ibu-ibu Gunakan Aplikasi Buatan Era Anies
Namun, warga juga disebutnya ingin langsung hadir secara fisik menyampaikan keluhannya pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
"Mereka ingin secara fisik datang, gapapa juga. Lewat aplikasi silakan, atau yg mau sambil ke balai kota, lihat-lihat balai kota. Itu kan pilihan. Pengaduan melalui elektronik juga bagus, sederhana ya," ujar Heru di lokasi.
Salah satu warga yang datang ke posko bernama Martina Gunawan misalnya. Ia datang mengadukan soal polemik lahan miliknya yang diperumit saat ingin dibebaskan oleh Pemprov DKI.
"Janjinya segera ditindaklanjuti. Dan kami akan dipertemukan dengan Dinas Taman supaya lahan milik kami yang terbengkalai yang memasuki tahun ketujuh segera dibayarkan menggunakan apraisal yang baru yang kami minta," ucapnya.
Martina juga menyambut positif dibukanya kembali posko pengaduan di Balai Kota ini. Pasalnya, selama ini ia sudah mengadu lewat aplikasi dan Kelurahan hingga Kecamatan tidak pernah ada jawabannya hingga bertahun-tahun.
"Ini sangat positif. Posko yang dibuka Pemprov DKI sekarang, saya sarankan untuk masyarakat yang ada persoalan apapun, karena DKI Jakarta milik warga, milik semua," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pramono Ajak Anies Nonton Persija Bareng di JIS: Legacy-nya Sekarang Bisa Dinikmati
-
Ahok Buka Suara Soal Kericuhan di Belitung Timur: Harga Beli Timah Harus Sesuai Pasar
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?
-
Sebut Kasus Ahok, PMII Peringatkan Pramono Anung Usai Heboh Challenge Al-Quran Berhadiah Miras
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
BRI Perkuat Sinergi Pemerintah untuk Perluas Pembiayaan Perumahan Rakyat
-
Menteri Pertahanan Tinjau Isi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Wartawan Dilarang Masuk
-
Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless
-
Tiket Ragunan Bisa Naik Jadi Rp10 Ribu, Pramono Anung Singgung Kesejahteraan Satwa
-
Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga