Rizki Nurmansyah | Faqih Fathurrahman
Jum'at, 11 November 2022 | 17:00 WIB
Suasana rumah Rudyanto (71) yang ditemukan tewas bersama tiga anggota keluarganya di perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (11/11/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

SuaraJakarta.id - Meski telah 20 tahun tinggal bertetangga, Roy (32) mengaku tidak mengenal secara personal sosok Rudianto (71) yang ditemukan tewas kelaparan di dalam rumah bersama tiga anggota keluarga lainnya.

Adapun tiga jenazah lainnya yakni istri Rudianto, Margaret (58), lalu Dian (40) dan iparnya Budianto (68).

"Saya di sini dari 20 tahun lalu, termasuk penghuni paling awal sama dia juga sama sebelah juga," kata Roy ditemui di kediamannya di perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (11/11/2022).

Roy tidak mengenal keluarga Rudianto lantaran tidak bersosialisasi sama sekali. Termasuk saat Pemilu dan acara keagamaan, Rudianto, kata Roy, selalu mengurung diri dalam rumah alias introvert.

"Nama bapaknya aja saya gak tahu. Cuma kelihatan keluar masuk mobil aja," ungkapnya.

Karyawan Roy, sempat melihat sosok keluarga dari Rudyanto. Namun itu pun sudah 2-3 bulan lalu. Saat itu mereka memesan makanan lewat online.

"2-3 bulan lalu karyawan saya lihat dia pesan makanan online, ada yang datang. Karyawan cewek saya juga sekali doang lihat ibunya pakai daster, 3 bulan ini," ungkapnya.

Suasana rumah Rudyanto (71) yang ditemukan tewas bersama tiga anggota keluarganya di perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (11/11/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

Diberitakan sebelumnya, aroma busuk masih tercium di depan gerbang sebuah rumah keluarga yang tewas membusuk di Jalan Taman Asri 3 Blok AC, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (11/11/2022).

Terlebih, saat angin berhembus. Aroma busuk tersebut makin kuat merebak.

Baca Juga: Satu Keluarga di Kalideres Tewas Kelaparan, Tetangga Awalnya Kira Bau Busuk di Rumah Kakek Rudianto karena Bangkai Tikus

Pantauan Suara.com di lapangan, pagar tinggi menutupi hingga kanopi depan rumah. Garis polisi juga melintang di gerbang rumah.

Salah seorang tetangga korban, Roy (33) mengatakan, aroma busuk sudah tercium sejak sepekan lalu. Kemudian tiga hari belakangan bau tersebut semakin menyengat.

"Kirain tikus, memang kan banyak tikus di sini. Lalu tiga hari kemudian kita cium-ciumin baunya. Tukang sampah juga nyari-nyariin," kata Roy di lokasi, Jumat (11/11/2022).

Bau Menyengat

Roy mengungkapkan, sebelum jenazah Rudyanto dan keluarganya ditemukan tak bernyawa, salah seorang warga memprotes karena bau tersebut makin kuat.

Akhirnya pihak RT bersama warga mencari sumber bau tersebut. Sampailah mereka di depan rumah tersebut dan mebongkar pagar dan jendela.

Load More