SuaraJakarta.id - Petugas kepolisian mengevakuasi jenazah Rudianto (71) bersama tiga anggota keluarga lainnya dalam keadaan gelap gulita. Pasalnya, listrik di rumah korban diputus pihak PLN sehari sebelum jenazah ditemukan di perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2022).
Ketua RT setempat, Asiung menjelaskan, keluarga Rudianto memang menunggak pembayaran listrik. Tunggakan itu sudah sejak Agustus lalu. Asiung juga mengatakan, pemutusan listrik juga disetujui oleh pihak keluarga korban.
"Atas permintaan pemilik rumah, ada chat dengan petugas PLN itu tanggal 4 Oktober, 'Silakan bapak putus aliran listrik di rumah saya. Apabila saya ingin melakukan pemasangan baru, nanti saya akan menghubungi bapak'. Itu chat yang diberikan terakhir kepada petugas PLN Kalideres," kata Asiung di lokasi, menjelaskan isi chat petugas PLN dengan anak Rudianto, Dian, yang juga ditemukan tewas, Jumat (11/11/2022).
Kemudian, pada tanggal 9 November atau sehari sebelum keempat jenazah ditemukan, petugas PLN datang untuk mencabut listrik kediaman Rudianto.
Asiung menyebut, petugas PLN sempat mengetuk pintu rumah itu. Namun tidak ada jawaban. Petugas terpaksa memutus aliran listrik rumah Rudianto dari lantai 2 dengan memanjat loteng.
"Tidak bisa masuk karena ini digembok (gerbang). Itu tanggal 9 belum dirusak," katanya.
Sehari kemudian, barulah Asiung dengan didampingi warga lainnya, membuka paksa rumah Rudianto lantaran aroma busuk sangat menyeruak.
Saat membuka pagar rumah, Asiung menuturkan, dirinya terpaksa merusak gembok pagar yang terkunci dari dalam.
"Saya bongkar pakai linggis itu gemboknya. Kondisi gelap karena sudah gak ada listrik," katanya.
Baca Juga: Tewas Kelaparan Bersama 3 Anggota Keluarganya, Rudianto Dikenal Introvert
Evakuasi Gelap Gulita
Asiung juga sempat menelepon pihak PLN untuk meminta agar listrik dialiri dulu ke rumah tersebut. Namun petugas PLN menyebut jika permintaan tersebut harus atas persetujuan manajemen.
Akhirnya dalam kondisi gelap-gelapan, Asiung masuk ke dalam pelataran rumah. Dengan menggunakan penerangan seadanya, ia kemudian mencungkil jendela yang ada di samping pintu utama.
Setelahnya, Asiung menyingkap gorden. Ia mengaku kaget bukan kepalang lantaran menemukan sesosok jenazah yang sedang duduk di atas ubin.
Ia lantas memutuskan untuk menelepon Polsek Kalideres. Setibanya di lokasi, petugas membuka paksa pintu utama.
"Begitu buka pintu, di ruang tengah ada dua, wanita. Satu di ruang tamu jenis kelamin pria, belakang lagi, pria ya," kata Asiung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta