Rizki Nurmansyah | Faqih Fathurrahman
Jum'at, 11 November 2022 | 20:47 WIB
Suasana rumah Ruiyanto (71) yang ditemukan tewas bersama tiga anggota keluarganya di perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (11/11/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

SuaraJakarta.id - Sebanyak empat orang yang masih satu keluarga ditemukan tewas membusuk di sebuah rumah di Citra Garden 1 Extension RT 07/15 blok AC5/7, Kalideres, Jakarta Barat. Mereka ditemukan meninggal pada Kamis (10/11/2022) sore kemarin.

Ketua RT setempat, Asiung mengatakan, dirinya sudah lama tidak komunikasi dengan keluarga korban. Kesehariannya, lanjut Asiung, anggota keluarga tersebut dikenal tertutup atau introvert.

"Terakhir saya ketemu anak sama ibunya tiga bulan yang lalu," kata Asiung di lokasi, Jumat (11/11/2022).

Asiung mengungkapkan, keluarga Rudianto jarang bersosialisasi dengan tetangga di lingkungan. Mereka biasanya hilir mudik menggunakan kendaraan bermotor.

"Jarang jalan kaki. Pagi biasanya keluar buat ke pasar. Terakhir tiga bulan yang lalu saya lihat," tambahnya.

Meski jarang bertemu, Asiung mengatakan komunikasi dengan keluarga korban, khususnya Dian--anak dari Rudianto yang juga ikut ditemukan tewas--tetap berjalan dengan baik.

Terlebih saat pihak PLN hendak memutus aliran listrik rumah tersebut. Karena diketahui mereka menunggak pembayaran listrik selama tiga bulan.

Rumah satu keluarga yang tewas karena kelaparan di Jalan Taman Asri 3 Blok AC, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat. (Suara.com/Faqih)

Hingga akhirnya, pada tanggal 9 November atau sehari sebelum keempat mayat satu keluarga itu ditemukan, petugas PLN datang untuk memutus aliran listrik kediaman Rudianto.

Baca Juga: Diduga Tewas Kelaparan, Keluarga Rudianto di Kalideres Terakhir Chat 4 Oktober, Ini Buktinya

Asiung menyebut, petugas PLN sempat mengetuk pintu rumah itu. Namun tidak ada jawaban. Petugas terpaksa memutus aliran listrik rumah Rudianto dari lantai 2 dengan memanjat loteng.

"Tidak bisa masuk karena digembok (gerbang rumahnya). Itu tanggal 9 belum dirusak," katanya.

Aroma Busuk

Sehari kemudian, barulah Asiung dengan didampingi warga lainnya, membuka paksa rumah Rudianto lantaran aroma busuk sangat menyeruak.

Saat membuka pagar rumah, Asiung menuturkan, dirinya terpaksa merusak gembok pagar yang terkunci dari dalam.

"Saya bongkar pakai linggis itu gemboknya. Kondisi gelap karena sudah gak ada listrik," katanya.

Load More