SuaraJakarta.id - Sejumlah pamflet dan selebaran yang berisi penolakan atas upaya relokasi di SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat, terlihat tersebar di bagian depan gedung sekolah, mulai dari tiang listrik hingga gerbang.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Pemerintah Kota Depok berencana merelokasi siswa SDN Pondok Cina 1 ke SDN Pondok Cina 3 dan 5 karena pihak Pemkot ingin melakukan pembangunan masjid di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan Suara.com, kain putih dengan panjang sekitar dua hingga tiga meter juga terbentang di halaman sekolah dan berisi tanda tangan berbagai pihak yang melakukan penolakan.
Salah satu orang tua siswa, Cici (42), mengatakan pihaknya keberatan atas relokasi itu karena jam belajar anaknya akan berubah. Jika sebelumnya siswa masuk sekolah pada pagi hari, usai relokasi, siswa diharuskan masuk siang hari karena terbatasnya ruang kelas.
“Kalau sekolah pagi, anak, kan, masih bisa les, mengaji pas pulang sekolah. Kalau masuk siang, bagaimana sorenya mau mengaji,” kata Cici, saat ditemui Suara.com di lokasi, Senin (12/12/2022).
Selain itu, jarak yang jauh juga menjadi faktor lainnya di balik penolakan orang tua siswa atas rencana relokasi.
Menurut Cici, jarak ke SDN Pondok Cina 1 masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Namun, jika direlokasi ke SDN Pondok Cina 5, Cici mengaku harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk keperluan transportasi.
“Jauh dari rumah. Kalau naik angkot, harus masuk lagi ke dalam gang itu, jaraknya jauh. Kalau pakai ojek, (biaya) bulanannya Rp 600 ribu,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di SDN Pondok Cina 1, Depok Jawa Barat memilih bertahan di lokasi. Mereka masih melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) meski para guru telah direlokasi ke SDN Pondok Cina 3 dan 5 sejak November lalu.
Akibatnya, KBM dilakukan oleh para relawan dan orang tua siswa.
“Pagi tadi kita tetap melakukan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh orang tua siswa dan para relawan,” ujar Cici.
Ia menuturkan bahwa saat ini KBM memang sudah tidak berjalan seperti biasa karena para siswa telah selesai menjalankan ujian akhir. Siswa kini hanya melakukan remedial atau perbaikan jika mendapat nilai di bawah rata-rata.
“Hari ini, kan, cuma remedial aja bagi siswa yang nilainya kurang,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Bertahan Agar Tidak Digusur Satpol PP, Orang Tua Siswa Rela Menginap di SDN Pondok Cina 1 Depok
-
Siswa Memilih Bertahan di SDN Pondok Cina 1 Walau Guru Telah Direlokasi
-
Polemik Relokasi SDN Pondok Cina 1: Orang Tua Murid Protes, Pengosongan Aset Batal
-
Jelang Pengosongan SDN Pocin 1, Puluhan Orang Tua Murid Lakukan Aksi Protes Tolak Perubahan Jam Belajar
-
Batal Lakukan Pemusnahan, Pemkot Depok Akhirnya Sepakat Berdialog dengan Wali Murid SDN Pocin 1
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia
-
Ardi Dwinanta Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta, Usung Empat Pilar Buka Akses Pasar dan Permodalan
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital
-
Jakarta dan Bandung Siap Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026