SuaraJakarta.id - Kasus penipuan reseller iPhone tak hanya menjerat Si Kembar Rihana-Rihani sebagai pelaku utama. Jaringan reseller di bawah 'naungan' Si Kembar turut dipidana.
Pelaku penipuan selain si kembar itu diketahui bernama Pungky Marsyaviani Sabieq.
Dia jadi terpidana usai dilaporkan oleh korban yang merupakan temannya sendiri ke Polsek Ciputat Timur, Tangerang Selatan soal penipuan reseller iPhone.
Belakangan, terungkap Pungky terkait dengan Si Kembar Rihana Rihani.
Berkas perkara Pungky kemudian ditangani Kejari Tangsel setelah dilimpahkan oleh Polsek Ciputat Timur. Dari hasil penelitian jaksa peneliti, Pungky terbukti melakukan tindak pidana.
Kasie Intel Kejari Tangerang Selatan, Hasbullah mengatakan, penetapan tersangka terhadap Pungky dilakukan setelah lengkapnya alat bukti aksi pidana yang dilakukan Pungky.
"Secara unsur mensrea tersangka ini juga ada, karena menerima keuntungan. Sehingg dari penelitian berkas perkara, bahwa ini sudah terpenuhi syarat formil dan materil sehingga dinyatakan terdakwa," kata Hasbullah.
Hasbullah menerangkan, dari hasil penyidikan, diketahui Pungky berperan sebagai orang yang mencari peminat bagi iPhone Si Kembar Rihana Rihani.
"Dia di layer kedua yang mencari para peminat. Tapi dari itu semua, selain yang dikirimkan ke sikembar, Pungky mendapat keuntungan," terang Hasbullah.
Baca Juga: Kronologi Pencurian Modus Ban Kempis di Pamulang Tangsel, Viral di Medsos
Di tempat yang sama, Kasie Pidana Umum Pidum Kejari Tangsel, Herdian Malda Kasastria menjelaskan, pihaknya menerima limpahan berkas kasus Pungky pada Januari 2023 dari Polsek Ciputat.
Setelah itu, pihaknya kemudian meneliti berkas kasus hingga akhirnya menemukan alat bukti syarat formil maupun materil yang menjadi dasar penetapan tersangka Pungky.
Malda menuturkan, terkait penahanan Pungky dilakukan setelah proses tahap dua kewenangan jaksa penuntut umum.
Berdasarkan penelitiannya, kategori tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan terhadap Pungky berdasarkan Pasal 21 ayat 1 KUHP sudah memenuhi.
"Pertimbangan penahanan dikhawatirkan terdakwa melarikan diri, kemudian merusak barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana bagaimana ketentuan pasal 21 ayat 1 KUHP."
"Melihat nilai kerugian yang dialami korban cukup besar hampir Rp 2,1 miliar. Dan sekarang penahanan sudah beralih menjadi penahanan hakim," pungksasnya.
Berita Terkait
-
Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar
-
Penipuan Catut Nama Pialang Berizin, Dana Korban Tembus Rp811 Miliar
-
Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta
-
Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Jakarta, Undangan Palsu hingga Phishing Jadi Modus
-
702 Ribu Rekening Diblokir Terkait Penipuan, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diamankan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Investor Pasar Modal RI Tembus 32,7 Juta, BEI Hadirkan Edukasi Saham hingga ETF Emas
-
Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G