SuaraJakarta.id - Wali Kota Depok, Mohammad Idris bersama beberapa perangkat daerah mengikuti penilaian kinerja pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang digelar secara virtual di Ruang Edelweis, Balai Kota Depok, Selasa (4/7/2023) sore.
Usai kegiatan tersebut, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, Kota Depok menargetkan zero new stunting atau tidak ada lagi kasus stunting baru pada 2024.
"Targetnya zero new stunting, jadi istilahnya tidak muncul lagi kasus stunting yang baru sampai tahun 2024," ujar Kiai Idris, sapaan akrab Wali Kota Depok, Mohammad Idris kepada berita.depok.go.id.
Kiai Idris menjelaskan, dalam upaya menurunkan angka stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tak hanya menyasar anak balita saja. Tetapi mulai dari ibu hamil, ibu menyusui bahkan para calon pengantin.
"Bahkan, bapak-bapak juga diperhatikan karena mereka harus paham masalah stunting, sehingga kita bisa berkolaborasi, tokoh agama juga lewat khutbah dan kuliah subuh yang mereka lakukan," jelasnya.
Dikatakannya, Pemkot Depok melalui lintas Perangkat Daerah melakukan berbagai upaya secara kolaboratif untuk mewujudkan zero new stunting. Salah satunya dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) yang diketuai oleh Elly Farida.
"Saya paling terkesan masalah stunting ini kalau ibu-ibu sudah bagi-bagi rantang nasi untuk menyebar ke kelurahan-kelurahan yang menjadi sasaran stunting, namanya Ocan Bananas, Ojek Cantik Menghantarkan Makanan untuk Balita Stunting," paparnya.
Menurutnya, Pemkot Depok telah memiliki komitmen dalam menyajikan seluruh data yang real, seperti angka prevalensi balita stunting.
Angka prevalensi balita stunting di Kota Depok dari tahun 2019, 2020, 2021 dan 2022 mengalami penurunan, ini berdasarkan data e-PPGBM (pemerintah daerah), yaitu 3,48 persen masuk kategori rendah.
Baca Juga: Nathalie Holscher Minta Izin Sebelum Lepas Hijab, Umi Pipik: Saya Tidak Bisa Kasih Hidayah
Namun data pada Studi Status Gizi Indonesia atau SSGI (Kemenkes), Kota Depok berada di angka 12,6 persen pada posisi kedua terendah di Jabar setelah Kota Bekasi.
"Ini kan permasalahan ada gap data antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), maka kita ingin dipadukan saja, kita akan ikut di bawah," tutur Kiai Idris.
"Jangan dua data begini, karena hitungan target dan jumlah itu berbeda, kalau sama tidak masalah, kita inginnya sesuai dengan data yang di lapangan, memang semua kader posyandu kita kerahkan," tuturnya.
Karena adanya ketidaksesuaian data sektoral antara pusat dengan daerah, Pemkot Depok langsung berupaya menyurati pihak kementerian agar melakukan penyesuaian data.
"Kita bersurat ke kementerian coba dikompakin datanya menjadi satu, jangan macam-macam lagi, pasti akan ada kasus baru, kan KTP sudah satu terintegrasi," pungkas Kiai Idris.
Berita Terkait
-
Jam 1 Malam, Denny Caknan Tanya Cara Punya Anak Laki-Laki, Suami Bella Bonita: Keramas 16 Kali Ki...
-
Anak Rendy Kjaernett Tahu Ayahnya Selingkuh dengan Syahnaz: Pah, Ini Siapa?
-
Perdana Muncul, Suami Wenny Ariani Nggak Ikhlas jika Kekey Bakal Diurus Rezky Aditya: Saya Urus Sampai Detik ini
-
Penculik Bocah 7 Tahun di Padang Panjang Babak Belur Dihajar Massa
-
Rendy dan Syahnaz Sama-sama Getol Pamer Buah Hati Usai Klarifikasi, Warganet: Anak Jadi Tameng?
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas