Scroll untuk membaca artikel
Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Minggu, 27 Agustus 2023 | 11:49 WIB
Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 Indra Sjafri. (Dok: Pos Indonesia)

“Alasan memilih sepak bola karena di satu sisi saya tidak mau merugikan Pos Indonesia. Kalau saya menjalani keduanya, pasti ada saat saya menangani Timnas, sepakbola, pasti saya banyak mengambil cuti, meninggalkan kantor, dan sebagainya. Saya tidak mau seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut Indra Sjafri membagikan pesan kepada generasi muda agar terus mengasah diri dan meningkatkan kemampuan karena persaingan semakin ketat.

“Bangsa ini butuh generasi baru yang lebih baik. Kita tidak bilang bahwa generasi kita gagal, tetapi persaingan di tingkat dunia semakin luar biasa. Khusus di sepak bola, persaingan juga semakin kompetitif. Oleh sebab itu kita butuh generasi muda, anak-anak milenial, yang benar-benar membekali diri dengan pengetahuan, belajar yang baik, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

Indra Sjafri juga berpesan agar setiap orang berkontribusi nyata menunjukkan kecintaan terhadap Tanah Air. Tidak hanya menjadi slogan semata.

Baca Juga: Bocah Menyendiri Nonton Lomba 17-an: Dia Belum Rasakan Kemerdekaan yang Sesungguhnya

“Cinta kita terhadap bangsa tidak cukup dengan hanya mencium bendera. Itu hanya simbol. Kita minta semua anak bangsa berkontribusi nyata di bidang masing-masing. Saya di sepak bola berkontribusi memperbaiki diri agar sepak bola Indonesia semakin lama makin baik. Saya yakin Indonesia akan hebat oleh orang Indonesia sendiri. Komitmen saya yang paling nyata, saya akan istikamah dengan profesi pelatih sepak bola, atau pelatih yang bergerak di industri sepak bola,” katanya.

Khusus untuk Pos Indonesia, Indra Sjafri berharap ke depan akan terus berkembang dan menjadi semakin baik.

“Harus semangat, harus berkembang, bertransformasi diri lebih baik, dan lebih cemerlang,” ucapnya.

Load More