Adapun penerapan wolbachia di Indonesia, kata Budi, merupakan hasil kerja ilmiah dari para peneliti Indonesia yang kemudian menjadi landasan pihaknya mengambil langkah tersebut.
"Dan ini (penerapan wolbachia) ditemukan oleh peneliti Indonesia, dibiayai juga oleh konglomerat Indonesia ketika itu. Itu yang sekarang kita roll out (lakukan)," ungkap Budi.
Mengenai penolakan publik terhadap penerapan bibit nyamuk dengan kandungan wolbachia tersebut, Budi menyerahkannya kepada warga.
"Bahwa kemudian banyak berita, banyak grup-grup yang dulu juga menolak vaksin, juga menolak wolbachia, saya rasa nanti masyarakat bisa paham sendirilah, Mana yang basisnya ilmiah, mana yang bukan," ungkap Budi.
Baca Juga: Diklaim Bisa Turunkan DBD, Dinkes Jakbar Finalisasi Pembiakan Nyamuk Wolbachia
Ia juga meminta media akan bisa mencari informasi yang kredibel untuk diberikan kepada publik, menyusul secara historis (COVID-19), banyak masyarakat yang menolak vaksinasi.
"Dan saya minta tolong teman-teman di media juga bisa menyaring kredibilitas dari sumbernya itu seperti apa, karena ini sama seperti yang dulu tidak mau vaksinasi," ungkap dia.
Tunggu Kesepakatan
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menyebut uji coba nyamuk dengan wolbachia sedang menunggu nota kesepakatan Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Penandatanganan 'Memorandum of Understanding' (MoU) antara Kemenkes dengan Balaikota (DKI)," ungkap Kepala Sudinkes Jakbar Erizon Safari saat dihubungi di Jakarta pada Jumat (27/10).
Baca Juga: Daftar Lengkap 102 Obat Sirup yang Dilarang Diresepkan dan Dijual di Apotek
Namun demikian, sebagai langkah antisipasi pihaknya tetap mempersiapkan kader dalam rangka uji coba tersebut.
Berita Terkait
-
Menkes Pastikan Program Cek Kesehatan Gratis Tetap Jalan Selama Ramadan
-
Beban RSK Dharmais Berat, Menkes Dorong Layanan Kanker ke 34 Provinsi
-
Ajak Orang Kaya Penyintas Kanker Berobat ke RSK Dharmais, Menkes: Bisa Subsidi Pasien Tak Mampu
-
Goresan Mobil? Ini Cara Mudah dan Murah untuk Membasminya tanpa Perlu ke Bengkel
-
Menkes Pastikan Rekrutmen Beasiswa Dokter Tetap Lanjut: Anggarannya Cukup, Tenang Saja
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga
-
Pramono Teken Pergub Syarat PPSU: Cukup Ijazah SD, Kontrak Kerja Tiap 3 Tahun
-
Baru Tempati Rumah Dinas, Pramono Curhat Jatuh dari Sepeda Sampai Pelipis Luka
-
Lebaran Pertama Pramono Sebagai Gubernur: Dari Istiqlal, Istana hingga Rumah Mega Tanpa Ganti Sepatu