Scroll untuk membaca artikel
Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Selasa, 09 Januari 2024 | 15:45 WIB
Penyaluran bansos PKH oleh PT Pos Indonesia. (Dok: Pos Indonesia)

Pelayanan Pos Indonesia Tuai Pujian KPM Upaya yang dilakukan Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan ini menuai apresiasi dari Keluarga penerima manfaat (KPM). Mereka menilai pelayanan Pos Indonesia baik.

"Pelayanan di Kantorpos Manado cukup memuaskan. Tidak ada potongan satu sen pun, saya terima utuh," kata KPM di Manado, Hajirtani.

Hajirtani mengungkapkan awalnya ia datang ke Kantopos karena menerima undangan menerima BLT El Nino. Namun rupanya namanya juga tercatat sebagai penerima bansos BPNT.

"Saya ke sini karena dapat undangan menerima bantuan El Nino. Enggak tahunya saya dapat undangan dua, El Nino dan BPNT. Alhamdulillah, saya ucapkan kepada Pemerintah Kota Manado bahwa saya masih layak menerima semua bantuan. Terakhir tahun 2021, saya terima bantuan PKH. 2022-2023 saya tidak lagi terima bantuan PKH, hanya BPNT dan bansos beras setiap bulan," katanya.

Baca Juga: Pos Indonesia Terus Tingkatkan Penerapan Digital sebagai Alat Bantu Kerja dalam Penyaluran Bansos

Perempuan paruh baya ini mengaku bantuan dari pemerintah sangat dinanti-nantikan. Sebab, penghasilan suami sebagai buruh lepas tidak seberapa.

"Mudah-mudahan ke depan, PKH saya bisa diaktifkan lagi. Tahun 2021, saya pernah ke Dinas Sosial mengaktifkan PKH saya karena saya masih punya anak sekolah dua di SMA. BPNT saya terima Rp600 ribu. Uangnya akan digunakan untuk kebutuhan keluarga, terutama untuk beras, minyak kelapa, gula, dan lainnya. Sekarang ini pendapatan satu minggu enggak cukup karena suami hanya buruh lepas," tuturnya.

Dengan rona wajah bahagia, Hajirtani mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Pos Indonesia.

"Terima kasih untuk Pos Manado, terima kasih Bapak Jokowi masih memperhatikan saya. Mudah-mudahan saya bisa dapat bantuan lebih," ucapnya.

KPM lainnya, Djumiati Suparno, juga mengaku kehidupannya terbantu oleh adanya bantuan dari pemerintah. Pendapatannya tak sampai Rp1 juta. Tak cukup untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga: Penyaluran Bansos oleh Pos Indonesia Dinilai Lebih Cepat dan Tepat Waktu

"Kegiatan sehari-hari saya mengajar untuk taman pengajian. Saya dibayar Rp250 ribu, itu pun kalau ada yang bantu. Kalau tidak ada, ya tidak dapat karena anak-anak belajar tidak dipungut biaya. Suami saya sejak covid-19, cuma jadi wakil imam di Masjid Firdaus. Dikasih gaji Rp250 ribu. Kehidupan jadi cukup sulit. Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa terima bantuan PKH sehingga anak bisa terus sekolah. Meskipun bayarannya hanya Rp35 ribu sebulan, kalau tidak terima bantuan, untuk kehidupan sehari-hari pun susah," katanya.

Load More