"Mudah-mudahan ke depan, PKH saya bisa diaktifkan lagi. Tahun 2021, saya pernah ke Dinas Sosial mengaktifkan PKH saya karena saya masih punya anak sekolah dua di SMA. BPNT saya terima Rp600 ribu. Uangnya akan digunakan untuk kebutuhan keluarga, terutama untuk beras, minyak kelapa, gula, dan lainnya. Sekarang ini pendapatan satu minggu enggak cukup karena suami hanya buruh lepas," tuturnya.
Dengan rona wajah bahagia, Hajirtani mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Pos Indonesia.
"Terima kasih untuk Pos Manado, terima kasih Bapak Jokowi masih memperhatikan saya. Mudah-mudahan saya bisa dapat bantuan lebih," ucapnya.
KPM lainnya, Djumiati Suparno, juga mengaku kehidupannya terbantu oleh adanya bantuan dari pemerintah. Pendapatannya tak sampai Rp1 juta. Tak cukup untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan hidup sehari-hari.
"Kegiatan sehari-hari saya mengajar untuk taman pengajian. Saya dibayar Rp250 ribu, itu pun kalau ada yang bantu. Kalau tidak ada, ya tidak dapat karena anak-anak belajar tidak dipungut biaya. Suami saya sejak covid-19, cuma jadi wakil imam di Masjid Firdaus. Dikasih gaji Rp250 ribu. Kehidupan jadi cukup sulit. Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa terima bantuan PKH sehingga anak bisa terus sekolah. Meskipun bayarannya hanya Rp35 ribu sebulan, kalau tidak terima bantuan, untuk kehidupan sehari-hari pun susah," katanya.
Djumiati pun menghaturkan terima kasih kepada Presiden atas bantuan yang telah diterimanya tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan. Terima kasih banyak untuk Pak Jokowi sudah mengeluarkan PKH," katanya.
Berita Terkait
-
Keandalan Pos Indonesia dalam Penyaluran Bantuan CBP
-
Tak Kenal Menyerah, Pos Indonesia Distribusikan Bansos Sembako dan PKH ke Pedalaman Sulsel
-
Pos Indonesia Kebut Penyaluran Bansos Sembako dan PKH di Aceh Agar Tepat Waktu
-
Salurkan Bansos Sembako dan PKH ke Pulau Lae-lae, Pos Indonesia Berkomitmen Layani Daerah 3T
-
Distribusi Bansos Sembako dan PKH Tahap 3, Pos Indonesia Terapkan Strategi Penyaluran di Daerah 3T
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event