Namun, ia juga tak memungkiri adanya kendala dialami ketika menyosialisasikan bantuan kepada KPM. Salah satunya, kesulitan menemukan rumah KPM karena masih banyak di antara mereka yang belum memiliki kediaman tetap.
"Kendala pasti ada. Terutama di wilayah Batam masih banyak ruli (rumah liar). Jadi KPM banyak yang sering berpindah-pindah rumah. Kami sebagai pendamping kesulitan mencari alamat yang kami tuju untuk memberikan bantuan kepada KPM. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial atau kecamatan untuk menemukan KPM yang sering pindah-pindah," katanya.
Selain itu, ia juga memastikan pendamping PKH selalu berupaya menyosialisasikan kepada KPM agar dana bantuan bisa dipakai dengan hal-hal bermanfaat seperti keperluan sehari-hari atau kebutuhan sekolah anak.
"Kami selaku pendamping sosial selalu mengingatkan, mengedukaasi kepada KPM, kami juga ada pertemuan setiap bulan, agar bantuan ini dipergunakan untuk hal-hal yang sifatnya kebutuhan anak sekolah dan sehari-hari, bukan untuk kebutuhan komplementer," katanya.
Sementara itu, program bansos PKH dan sembako dari pemerintah ini disambut gembira para KPM di Batam. Termasuk, Reni Martini yang merupakan warga asal Baloi Centre, Kecamatan Lubuk Baja, Batam.
Reni bercerita telah mendapat bantuan sebesar Rp1.250.000 dari program bansos ini. Ia menilai bantuan ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dan sekolah untuk anaknya.
"Alhamdulillah, saya mendapat Rp1.250.000. Rencananya, anak mau masuk sekolah SD dan kakaknya juga harus bayar SPP di SMK, kebutuhan sehari-hari, cabai, dan beras," ujar Reni.
Ia juga mengaku dana bansos didapatnya dengan persyaratan yang mudah. Untuk mendapatkan bantuan tersebut, ia hanya diminta untuk menunjukkan KTP dan KK.
"Syaratnya, saya diminta fotocopy KTP, KK, dan foto rumah," katanya.
Baca Juga: Kunjungi Kantorpos Manado, Presiden Jokowi Apresiasi Penyaluran BLT El Nino Berjalan Lancar
Pada kesempatan itu, Reni tak lupa mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap bantuan ini bisa terus berlanjut agar bisa mengurangi beban ekonominya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Fitri dan Pak Jokowi. Harapan ke depannya, saya ingin bantuan ini terus dilanjutkan. Apalagi, sekarang harga-harga barang mahal. Kalau bisa ditambah sedikit jumlah nominal uangnya," tuturnya.
Berita Terkait
-
Pola Kerja Pos Indonesia dalam Penyaluran Bansos Dinilai Efektif dan Memudahkan KPM
-
Pos Indonesia Kembali Salurkan Dana Bansos PKH dan Sembako di Mataram
-
Penyaluran Dana Bansos Sembako dan PKH di Kantorpos Tangsel oleh Pos Indonesia Capai 93%
-
PosIND Target Naikkan Penjualan Meterai Tempel dan Sosialisasi Larangan Penggunaan Meterai Palsu
-
Kejar Target Penjualan Meterai Tempel Tahun 2024, Pos Indonesia Jalin Sinergi Strategis dengan DJP
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event