Lantaran melakukan pengantaran bantuan di daerah 3T yang tidak selalu terdapat sinyal selular, Sudarsono biasanya memastikan dahulu apakah di titik lokasi pengantaran tersedia sinyal.
"Sebelum melakukan pembayaran kami memastikan titik lokasi yang sinyalnya stabil karena untuk pembayaran bansos sembako dan PKH ini kami tidak diizinkan untuk mode offline. Kendala lainnya paling hanya kendala cuaca tidak terduga, kadang panas, kadang hujan. Kalau kendala teknis tidak ada," katanya.
Sudarsono berharap pemerintah akan selalu menjadikan Pos Indonesia sebagai mitra pengantaran beragam bantuan.
"Harapannya, program bansos ini terus berlanjut dan kalau bisa PT Pos dilibatkan dalam penyalurannya. Kalau dilihat dari sisi kemanusiaan, para penerima itu memang layak mendapatkan bantuan karena mereka betul-betul tidak mampu, jompo, dan sebagian penyandang disabilitas," ujarnya.
Pendamping PKH Apresiasi Kinerja Penyaluran Pos Indonesia
Kinerja penyaluran Pos Indonesia dinilai memuaskan oleh pendamping PKH Kecamatan Tanjungpandan Dahliyana Siregar. Petugas Kantorpos selalu memberikan data KPM dan jadwal penyaluran secara rinci. Demikian juga metode penyaluran bansos oleh Pos Indonesia, disebutkan Dahliyana, cukup efektif dan memudahkan.
"Alhamdulillah, sejauh ini berjalan baik dan lancar karena petugas Kantorpos cukup jelas memberi tahu jadwal pembayaran, cukup rapi, sehingga kami datang tidak sekaligus semuanya. Jadi proses pencairan lancar," tuturnya.
"Layanan door to door dari Pos Indonesia juga sangat baik, terutama bagi KPM lansia dan disabilitas sangat membantu sekali. Dengan keterbatasan mereka tetap bisa mendapatkan bantuan tanpa harus datang ke Kantorpos," ujar Dahliyana menambahkan.
Dahliyana kemudian membandingkan antara penyaluran oleh Pos Indonesia dengan lembaga mitra pemerintah lainnya.
"Kalau pencairan lewat Pos Indonesia itu jauh lebih mudah dan minim hal yang tidak kita inginkan. Misalnya, tidak tersalurkan. Kalau pakai kartu ATM kadang bermasalah lupa PIN, kartu tertelan. Sedangkan kalau lewat Pos pada hari itu pencairan, hari itu juga langsung selesai. Sejauh ini kami merasa terbantu sekali dengan penyaluran bansos melalui Pos," katanya.
Baca Juga: Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Lebih Tepat Sasaran dengan Metode Door to Door dari Pos Indonesia
Penyaluran bantuan melalui Pos Indonesia selain lancar, mudah, juga tidak ada kendala. Oleh karena itu Dahliyana berharap seterusnya Pos Indonesia akan menjadi penyalur bansos.
"Kendala tidak ada, semua lancar. Kalau kami para pendamping, sejujurnya lebih mudah, lebih gampang, lebih cepat kalau penyaluran melalui Pos. Kalau bisa melalui Pos seterusnya," ujarnya.
Sebagai pendamping PKH, Dahliyana bertugas mendampingi 172 KPM. Ia cukup bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya.
"Tugas saya memberikan edukasi mengenai bansos PKH, terutama nominal dan bulan pencairan. Kami juga memberitahukan KPM agar segera mengambil bantuan. Persiapan yang saya lakukan biasanya saat data bayar turun, saya bikin grup WhatsApp untuk menginfokan waktu pencairan dan jadwal pembayaran. Kalau di Kantorpos biasanya sudah terjadwal tanggal sekian, untuk di kelurahan ini. Setelah itu saya dampingi KPM mengambil bansos di Kantorpos," jelasnya.
Edukasi yang dilakukan Dahliyana tersebut mencakup imbauan agar setiap KPM tidak saling cemburu melihat nominal bantuan tidak selalu sama antar KPM.
"Biasanya setiap bulan kami ada pertemuan kelompok. Di situ kami menyosialisasikan kebijakan dari pusat. Salah satunya soal nominal. Karena nominalnya beda-beda, jadi setiap orang saya sebutkan satu-satu. Saya bilang mereka tidak perlu iri karena sudah jatah rezeki masing-masing. Di surat undangan yang diterima KPM sudah tercantum detail nominal bantuan yang akan didapat," katanya.
Berita Terkait
-
Pengantaran Bantuan PKH dan Sembako ke Rumah KPM Jadi Metode Unggulan Pos Indonesia
-
Jalin Sinergi, PT Pos Indonesia (Persero) Salurkan Dana Pensiun dari PT Asabri (Persero)
-
Kinerja Penyaluran Bansos Tuai Pujian Pemerintah, Pos Indonesia Berkomitmen Jaga Kualitas
-
Pos Indonesia Dukung Peluncuran Prangko Seri Penanda Kota Buk Renteng dalam HUT ke-108 Sleman
-
Cuaca Buruk Tak Surutkan Semangat Pos IND Bagikan Bansos PKH dan Sembako di Batam
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT ke-81 RI, Saatnya Berburu Promo Spesial dari BRI
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Diduga Terserang Virus, Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh
-
Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia
-
Ardi Dwinanta Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta, Usung Empat Pilar Buka Akses Pasar dan Permodalan