SuaraJakarta.id - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (TKTE) DKI Jakarta, Hari Nugroho mengakui pihaknya masih kekurangan petugas untuk menindaklanjuti laporan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Masalah ini sudah dikeluhkan sejak tahun 2023 lalu.
Hari mengatakan, saat ini pihaknya punya 40 orang pengawas yang ditempatkan di pos aduan THR di lima wilayah kota Jakarta. Ia menganggap jumlah ini kurang untuk mengawasi 300 ribu lebih jumlah perusahaan di Jakarta.
"Kalau pengawas kita sebenarnya kurang. Kita hanya punya sekitar hampir 40 pengawas. 40 orang. Nah 40 pengawas itu ternyata kan agak susah ya untuk bisa kontrol ribuan perusahaan," ujar Hari di Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).
Meski demikian, petugas tak melakukan pengawasan ke seluruh perusahaan di Jakarta. Inspeksi dadakan alias sidak dilakukan ke perusahaan yang dilaporkan oleh karyawannya karena masalah THR.
"Jadi mana-mana yang memang ada pengaduan-pengaduan kita cek. Kemudian kita sidak yang memang perusahaan yang sudah ada (laporannya)," ucapnya.
Lebih lanjut, Hari menyebut tahun ini pihaknya mengadakan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk pengawas perusahaan. Nantinya, akan ada tambahan tenaga petugas sebanyak 23 orang.
"Pengawasnya kita dapat sekitar 23 orang. Tapi yang purna (pensiun) 9 orang. 23 orang masuk CPNS baru, persiapan purna 8 orang. Tapi kan minimal ada amunisi 20 itu sudah alhamdulillah. Nanti tahun depan kita akan mengadakan rekrutmen lagi," ucapnya.
Menurut Hari idealnya petugas Dinas TKTE berjumlah 150 orang. Namun, ia akan memaksimalkan petugas yang ada dalam menindaklanjuti aduan terkait THR tiap tahunnya.
"Kita sudah punya sistem tidar. Jadi sistem self-assessment. Jadi perusahaan yang belum sempat kita cek, dia akan melakukan secara mandiri. Self-assessment," jelasnya.
Baca Juga: Pengusaha atau Karyawan Bingung Soal THR? Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan
"Begitu nanti dia banyak tidak adanya, merah. Setengahnya kuning, ada hijau. Yang merah langsung kita cek. Jadi memudahkan kita ke lapangan," tambahnya.
Terima 121 Aduan
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi (DTKTE) DKI Jakarta menyebut perusahaan-perusahaan yang ada di DKI Jakarta sudah mematuhi kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawannya yang terlihat dari turunnya aduan di posko.
"Dari tahun ke tahun perusahaan sudah paham dengan kewajiban membayarkan THR," kata Kepala Disnaker DKI Jakarta Hari Nugroho di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, dari laporan sengketa terkait THR juga terus menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Seperti pada 2023 pengaduan terkait THR yang tidak dibayarkan perusahaan mencapai 776 pengaduan.
Kemudian lanjut Hari, di tahun berikutnya pengaduan ke pos mengalami penurunan menjadi 292 pengaduan. Sedangkan pada 2025 ini hingga Selasa (25/3) pengaduan yang masuk berjumlah 121 aduan.
Berita Terkait
-
Pengusaha atau Karyawan Bingung Soal THR? Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan
-
Waspada Preman THR, Rano Karno: Tak Ada Toleransi, Tidak Boleh Dibiarkan
-
Berikut Tips Mengatur Pemanfaatan Uang Tunjangan Hari Raya
-
Polisi Periksa Pengurus RW di Jakbar yang Buat Edaran Permintaan THR
-
Pemprov DKI Jakarta Segera Buka Posko Pengaduan UMP dan THR
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Tren 'Clean Girl' 2026: 5 Sepatu Lari Putih Lokal yang Paling Estetik dan Minimalis
-
7 Sepatu Lari Warna Pastel yang Bikin OOTD Olahraga Kamu Makin Cantik di Instagram
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
Perluas Jejaring Internasional, Budi Luhur Teken Kerja Sama dengan ACWA Network