SuaraJakarta.id - Tradisi mudik kerap dikaitkan dengan Lebaran Idulfitri. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mudik yang identik pulang kampung menghabiskan Waktu libur untuk bisa berkumpul bersama keluarga.
Namun, tradisi mudik tidak serta merta setiap tahun bisa dilakukan warga lantaran berbagai faktor.
Seperti yang diceritakan seorang pemudik bernama Danang (35) asal Jakarta Pusat.
Ia berbagi kisah harunya setelah akhirnya bisa mudik pada Idulfitri 1446 Hijriah tahun ini. Sudah lima tahun terakhir Danang tak menemui sanak saudara di kampungnya, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur.
Danang mengaku sejak tahun 2009 mulai bekerja di Jakarta. Dalam waktu setahun atau dua tahun sekali sejak saat itu, ia kerap pulang ke kampungnya bersama istri dan anaknya.
"Dulu awal di Jakarta tahun 2009 habis itu masih rutin pulang kampung kan masih ada ongkos terus. Ibaratnya pekerjaan masih bagus," ujar Danang saat ditemui Suara.com di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2025).
Namun, sejak tahun 2020 ia tak belum sempat lagi melaksanakan mudik lantaran tak memiliki ongkos. Danang sempat kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19 lalu.
"Pas Covid kan banyak dirumahkan. Saya kena juga itu. Mikirnya duit tabungan buat jaga-jaga dulu saja," jelasnya.
Danang menyebut istrinya juga tidak bekerja saat itu. Belum lagi banyak kebutuhan lain seperti bayar kontrakan rumah hingga pengeluaran untuk menghidupi si buah hati.
Baca Juga: Kisah Asep, Porter 'Seikhlasnya' di Terminal Kalideres, Rejeki Mudik di Tengah Lonjakan Harga Tiket
"Kalau nggak ada pekerjaan kan tetap aja biaya hidup jalan terus. Anak juga waktu itu juga sekolah kan ada biaya," lanjutnya.
Demi mengirit tabungan, Danang pun memilih untuk tidak pulang kampung lima tahun belakangan. Selama itu, ia kerap ditanya keluarga dan kerabat di kampung tiap kali Idulfitri.
"Tiap tahun kalau ditanya ibu 'pulang nggak' bingung juga ya jawabnya. Sedih mah ada," ungkapnya.
Setelah 3 tahun lebih kerja serabutan, Danang mengaku akhirnya diterima bekerja di tempat yang lebih baik. Ia pun kini memiliki ongkos untuk bisa pulang ke kampung halaman dan menemui orang tua.
"Ya alhamdulillah sudah mendinglah bisa dibilang ekonomi. Sudah ada uang juga kan buat tiket, makan apa," katanya.
Sebelumnya diberitakan, tiket Kereta Api Indonesia (KAI) antarprovinsi pada menjelang peringatan Lebaran 2025 telah terjual lebih dari setengahnya, yakni ludes terjual 2 juta lebih tiket.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Bukan Sekadar Hobi, Menggambar Diusulkan Jadi Gerakan Nasional: Mei Dipilih Jadi Momennya
-
7 Cara Ampuh Atasi Rambut Lepek karena Helm Ojek Online, Tanpa Keramas Langsung Fresh Seketika
-
Pekan Boedaja Dorong Aktivasi Kawasan Batavia Lewat Event Berbasis Budaya
-
7 Makeup Kit di Bawah Rp200 Ribu untuk Pemula, Tampil Cantik Tanpa Boros
-
Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan