SuaraJakarta.id - Gelar Perkara Khusus terkait laporan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bareskrim Polri. Menjadi sorotan media hari ini.
Pakar telematika, Roy Suryo, yang bertindak sebagai pelapor, menjadi pusat perhatian setelah memaparkan serangkaian bukti yang ia klaim sebagai hasil analisis forensik digital.
Publik menyoroti optimisme tinggi Roy Suryo bahwa kasus ini akan segera naik ke tahap penyidikan.
Gelar perkara di Bareskrim Polri ini digambarkan sebagai "momen bersejarah" oleh Roy Suryo.
Ia mengapresiasi keseriusan kepolisian dalam memfasilitasi forum tersebut. Memberinya kesempatan untuk membedah temuannya secara mendalam.
Berikut adalah poin-poin kunci yang menjadi sorotan utama dari pernyataan Roy Suryo usai gelar perkara.
1. Klaim Kepalsuan 99,9 Persen Berdasarkan Analisis Forensik
Poin paling tajam yang diberitakan adalah klaim Roy Suryo bahwa ijazah dan skripsi Jokowi "99,9% palsu".
Dasar klaim ini bukan lagi spekulasi, melainkan hasil dari dua metode forensik digital utama.
Baca Juga: Kasus Meme Stupa Mirip Jokowi, Roy Suryo Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara
- Error Level Analysis (ELA): Roy Suryo menjelaskan bahwa analisis pada dokumen ijazah berwarna yang beredar di media sosial—yang ia sebut diunggah oleh politisi PSI, Dian Sandi—menunjukkan adanya error atau rekayasa digital pada bagian logo dan pasfoto.
- Face Comparison: Temuan paling kontroversial adalah hasil perbandingan wajah.
Analisis forensik, menurut Roy, menyimpulkan bahwa pasfoto di ijazah tidak cocok (not matched) dengan wajah Presiden Jokowi saat ini.
Sebaliknya, foto tersebut justru cocok (matched) dengan sosok lain yang ia inisialkan sebagai DBU (Dumatno Budi Utomo).
2. Ijazah Jokowi Diklaim Tidak Identik dengan Tiga Ijazah Pembanding
Untuk memperkuat argumennya, Roy Suryo membawa tiga ijazah pembanding dari lulusan Fakultas Kehutanan UGM dari angkatan yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi dan Pentas Seni untuk Peringati Hari Anak Nasional
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Jelang Muktamar PBNU, Menkeu Purbaya Sowan ke Gus Yahya, Ada Apa?
-
Hexnode Tunjuk Ingram Micro sebagai Distributor Resmi Solusi Endpoint Management di Indonesia
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek