Kasus Dokter Hafidz menjadi tamparan keras sekaligus cermin bagi masyarakat dan negara. Bagaimana seorang intelektual dengan potensi besar bisa "hilang" dari sistem karena guncangan jiwa yang hebat?
Kisahnya secara tidak langsung mempertanyakan ketersediaan dan aksesibilitas jaring pengaman sosial dan psikologis bagi warga negara yang mengalami krisis serupa.
Kini, harapan publik tertumpu pada kemungkinan adanya uluran tangan yang tak hanya memberinya tempat tinggal layak, tetapi juga pemulihan psikologis agar ia dapat kembali menemukan percik semangat hidupnya.
Kisah Dokter Hafidz adalah pengingat getir bahwa di balik setiap sosok yang tersisih, mungkin tersimpan luka batin yang tak terucap dan menunggu untuk didengar.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga
-
Raisa, Nadin Amizah hingga Sal Priadi Siap Ramaikan Sunset di Pantai 2026
-
BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026
-
Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro