- Polisi Hentikan Kasus Pembunuhan Anak di Pondok Pinang
- Tersangka Pembunuhan Anak Pondok Pinang Wafat Setelah 7 Hari Dirawat
- Polisi Masih Komunikasi dengan Keluarga Pelaku Kasus Pembunuhan Anak
SuaraJakarta.id - Kepolisian menghentikan kasus sopir inisial SB yang melakukan pembunuhan terhadap seorang anak inisial RAS (11) di Jalan Haji Muhi VIII, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, karena pelaku meninggal dunia.
"Dalam proses penyidikan ini kita hentikan karena dengan alasan demi hukum, tersangkanya meninggal dunia," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Harnas Prihandito kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin 8 September 2025.
Harnas menegaskan, penghentian penyidikan kasus tersebut mengikuti hukum yang berlaku.
Pelaku yang mengalami luka di leher telah dirawat selama enam hingga tujuh hari secara intensif di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati.
Luka tersebut didapat karena dia melukai dirinya sendiri usai kejadian.
Hingga akhirnya, pelaku dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (6/9) lalu.
"Pelaku sudah kurang lebih enam sampai tujuh hari perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati dan dinyatakan meninggal dunia pada dua hari yang lalu," katanya.
Hingga kini, Kepolisian masih terus melakukan komunikasi dengan keluarga pelaku yang belum memberikan keterangan apapun terkait kasus tersebut.
Polisi mengamankan sopir yang melakukan pembunuhan terhadap seorang anak di Jalan Haji Muhi VIII, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, pada Sabtu (30/8) pagi.
Baca Juga: Sadis! Wanita Diborgol, Diperkosa, dan Dibunuh Gara-Gara Tagih Utang Rp1,1 Juta
Sebelumnya, viral sebuah video pada akun media sosial Instagram @infopondokpinang yang memperlihatkan sejumlah warga mengerumuni sebuah rumah.
Tak lama kemudian, sejumlah personel Kepolisian terlihat memasukkan kantong berisikan jenazah ke dalam mobil untuk diperiksa.
Berdasarkan keterangan pada unggahan tersebut, seorang anak diketahui dibunuh oleh pelaku yang diduga sopir korban selama tiga tahun.
Pembunuhan itu dilakukan di depan orang tua korban.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit
-
Benarkah Galon Guna Ulang Memicu Pubertas Dini? Ini Fakta Ilmiahnya
-
Puluhan Rumah di Lenteng Agung Dibongkar, FMN UI Sebut Warga dan Mahasiswa Terluka