- Jakarta Utara terdapat enam sekolah internasional
- Petugas telah melakukan pengamanan di sekolah-sekolah tersebut
- Polres Metro Jakarta Utara langsung berkoordinasi dengan Gegana Polda Metro Jaya
SuaraJakarta.id - Polisi meminta para pihak mulai dari siswa, orang tua hingga sekolah internasional di Jakarta Utara untuk tidak panik.
Dengan adanya ancaman bom ke sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
“Kami minta semua tidak panik karena kami sudah melakukan sejumlah langkah bersama untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz di Jakarta, Rabu 8 Oktober 2025.
Ia mengatakan di Jakarta Utara terdapat enam sekolah internasional dan petugas telah melakukan pengamanan di sekolah-sekolah tersebut.
“Kami melakukan pengamanan terbuka dan tertutup serta sudah menempatkan personel dan patroli di sekolah tersebut,” kata dia.
Dirinya berharap jika masyarakat menerima ancaman segera melapor kepada petugas baik Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh daerah atau menghubungi langsung nomor 110.
“Kami akan memberikan respon cepat atas setiap laporan yang ada,” katanya.
Sementara untuk sekolah NJIS, setelah menerima ancaman pada Rabu dini hari, Polres Metro Jakarta Utara langsung berkoordinasi dengan Gegana Polda Metro Jaya.
Untuk mengirimkan personel penjinak bom (jibom) untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi di sekolah tersebut.
Baca Juga: Jakarta Utara Darurat Sampah, 26 Pasar Terancam Sanksi!
Ia mengatakan pada Rabu pagi, hasil dari penyisiran di lokasi tidak ditemukan barang mencurigakan terkait ancaman tersebut.
“Ancaman ada tapi tidak terjadi ledakan sesuai ancaman yang diberikan, kami tetap lakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sebelumnya sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS) Kelapa Gading, Jakarta Utara mendapatkan teror bom melalui pesan yang menyatakan bom telah diset pada lokasi sekolah tersebut dan akan aktif dalam waktu 45 menit.
Mereka meminta tebusan 30.000 dolar Amerika Serikat melalui alamat bitcoin mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Bersama Pemerintah Dorong Investasi Global untuk Perkuat Ekonomi Nasional
-
BRI Perluas Akses Rumah Subsidi dan Layanan Keuangan Bagi Masyarakat Indonesia
-
Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara
-
Berencana Punya Rumah Idaman, Cek Penawaran Menarik Dari BRI KPR di Summarecon Expo 2026
-
Operasi Gabungan di Kelab Malam Jakarta dan PIK, 9 Orang Positif Etomidate dan Sabu