-
Transisi energi nasional Indonesia dinilai penuh lubang karena konsep sustainable finance sering hanya menjadi kosmetik laporan tanpa mengubah arah investasi secara substansial di lapangan.
-
Menurut Rani Septyarini (CELIOS), inti dari keuangan berkelanjutan adalah mengubah arah aliran uang ke proyek ramah lingkungan, bukan menghentikan profitabilitas, agar tidak mewariskan bencana.
-
Kesuksesan transisi energi di Indonesia sangat bergantung pada mentalitas para aktornya. Instrumen canggih akan sia-sia jika masih bercokol ego sektoral dan mentalitas koruptif.
SuaraJakarta.id - Isu transisi energi menuju sumber daya yang lebih bersih seringkali terdengar megah di panggung internasional, namun kerap gagap saat menyentuh realitas di lapangan.
Di tengah gempuran istilah-istilah rumit perbankan dan kebijakan iklim, Rani Septyarini dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memberikan tamparan realitas yang cukup keras bagi para pemangku kebijakan di Indonesia.
Dalam sebuah forum diskusi strategis di Jakarta, Rani membedah peta jalan transisi energi nasional yang dinilai masih penuh lubang.
Ia menyoroti konsep keuangan berkelanjutan atau sustainable finance yang seharusnya menjadi darah segar bagi pembangunan yang tidak merusak masa depan, bukan sekadar kosmetik laporan tahunan korporasi.
Namun, Rani menyederhanakannya dengan analogi yang sangat membumi. Prinsipnya bukan menghentikan aliran uang, melainkan mengubah arahnya.
"Uang tetap bekerja seperti biasa, tapi diarahkan ke hal-hal yang tidak merusak masa depan," ujar Rani dalam sesi pemaparannya.
Definisi ini kata Rani secara tegas bahwa profitabilitas tidak harus dikorbankan demi keberlanjutan. Justru, investasi yang merusak lingkungan adalah investasi yang bodong dalam jangka panjang karena mewariskan bencana bagi generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Rani memperkenalkan berbagai instrumen keuangan modern yang kini marak digunakan, seperti Green Bonds (Obligasi Hijau) dan Sustainability-Linked Loans. Instrumen ini dirancang untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan.
Poin paling menohok dari paparan Rani adalah soal mentalitas para aktor di balik transisi energi ini. Secanggih apapun instrumen keuangannya, dan sebesar apapun dananya, semua akan sia-sia jika mentalitas koruptif dan egois masih bercokol.
Baca Juga: Bongkar Aliran Dana Energi Hijau: Jurnalis Nusantara Asah Senjata 'Follow The Money' di Jakarta
Ia menggarisbawahi realitas pahit politik ekonomi di Indonesia. Transisi energi membutuhkan pengorbanan dan kolaborasi lintas sektor yang tulus.
"Tidak akan terjadi transisi energi di Indonesia jika semuanya masih berbicara perut sendiri," tegasnya.
Perlu diketahui, bahwa pernyataan tajam Rani ini disampaikan dalam pertemuan kolaboratif yang diinisiasi oleh Ekuatorial.com, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) dan Responsibank.
Acara tersebut berlangsung pada Sabtu-Minggu, 29-30 November 2025 di Jakarta ini bertujuan membekali jurnalis dengan wawasan mendalam untuk mengawasi aliran dana transisi energi.
Berita Terkait
-
Bongkar Aliran Dana Energi Hijau: Jurnalis Nusantara Asah Senjata 'Follow The Money' di Jakarta
-
Bonus Demografi Energi: Kisah Anak Muda yang Mengubah Indonesia Jadi Lebih Hijau
-
Rano Karno Minta Seluruh Alat Berat Pengendali Banjir di Jakarta Dipasang Pelacak
-
Sukses, Lestari Summit 2024 Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
-
Dukung Transisi Energi Nasional, Kredit Energi Terbarukan Bank Mandiri Melesat di Kuartal II 2024
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Ultraverse Festival 2026 Satukan Musik Tanpa Jarak dengan Layanan XL Ultra 5G+
-
Cek Fakta: Purbaya Ungkap Hasil Korupsi Jokowi Disembunyikan di 32 Rekening Asing, Ini Faktanya
-
Waspada Tanah Longsor Januari 2026, Ini Daftar Kecamatan Rawan di DKI Jakarta
-
Cek Fakta: Benarkah Video Mobil Tersambar Petir di Jalan Tol?
-
Duel Kopi Sachet Indomaret: Good Day vs Kapal Api, Mana Paling 'Nendang'?