-
Pelarangan truk sumbu 3 terlalu lama saat Nataru berpotensi mengganggu distribusi barang, logistik, dan proyek infrastruktur.
-
Pemerintah diminta tidak menerapkan kebijakan secara mendadak, memberi waktu persiapan, serta menyediakan alternatif/stimulus logistik.
-
Aturan harus berbasis kajian dan tidak diskriminatif, terutama terhadap kebutuhan pokok seperti air minum.
SuaraJakarta.id - Lamanya pemberlakuan pelarangan truk sumbu 3 saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan menyebabkan terganggunya kegiatan perdagangan dan distribusi barang ke konsumen. Biaya transportasi juga akan membengkak.
Hal itu disampaikan pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno.
Karenanya, dia meminta agar persoalan yang dialami industri itu bisa jadi pertimbangan lagi bagi pemerintah untuk tidak memberlakukan kebijakan pelarangan terhadap truk sumbu 3 itu saat Nataru nanti.
Kalaupun tetap mau dijalankan, Djoko Setijowarno berharap waktu pemberlakukannya tidak terlalu lama.
"Karena mereka juga bisnis kan. Kalau bisnisnya diganggu atau logistiknya jadi terganggu, ya wajar kalau mereka mengeluh dengan kebijakan pelarangan tersebut. Jadi, jangan terlalu lama lah waktunya," ujarnya.
Selain itu, katanya, pengumuman kebijakan pelarangan truk sumbu 3 itu juga jangan terlalu mepet dengan waktu pemberlakuannya. Menurutnya, hal itu bertujuan agar indsutri yang terkena pelarangan itu bisa mempersiapkan diri untuk berbenah jauh-jauh hari.
"Tapi, kalau waktunya mepet, itu sama saja tidak memberi kesempatan bagi industri itu untuk berbenah. Dan sudah bisa dipastikan mereka akan mengalami kerugian besar akibat kebijakan itu," katanya.
Dia juga meminta agar pemerintah memberikan stimulus atau alternatif bagi pengusaha logistik saat dilakukan pelarangan truk sumbu 3 saat Nataru nanti.
Misalnya, jika truk tidak bisa beroperasi saat Nataru nanti, para pengusaha itu masih bisa menggunakan kereta yang jadi alternatif pengantaran logistik mereka. "Nah, ini kan juga perlu campur tangan pemerintah agar harga pengantaran logistik lewat kereta itu mendapatkan subsidi."
Dia juga mengatakan agar kebijakan pemerintah dalam menangani pendistribusian komoditi pokok selama Nataru nanti tidak boleh diskriminatif. Djoko mencontohkan pelarangan truk sumbu 3 yang diberlakukan terhadap air minum galon atau air minum dalam kemasan (AMDK).
Menurutnya, hal itu berdampak besar bagi masyarakat.
"Karena, kalau kita lihat aturan perdagangan soal komoditi pokok, harusnya air bisa diangkut karena sudah termasuk dalam kebutuhan pokok masyarakat. Jadi, tidak boleh diskriminatif," ucap Djoko.
Menurutnya, adalah ambigu di mana AMDK itu dianggap tidak masuk kebutuhan pokok. Padahal, air minum seperti AMDK itu sangat vital.
"Kalau AMDK itu dilarang beroperasi, maka bisa terjadi kelangkaan air minum di masyarakat. Jakarta dapat air minum dari mana? Mereka pasti akan kebingungan. Apalagi, hampir semua rumah tangga itu pakai air mineral kalau ada tamunya, nggak kayak dulu lagi. Saat langka, harga jadi mahal. Apakah pemerintah bisa mengantisipasi hal tersebut?" tuturnya.
Djoko melihat jalur yang paling padat digunakan masyarakat saat mudik itu adalah tol Jakarta – Semarang, sedangkan tol ke Sumatera tidak. Dan saat Nataru, menurutnya, jalur ini juga tidak sepadat waktu libur lebaran.
Berita Terkait
-
MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik
-
Sebuah Truk Terguling di Jalan Tol Dalam Kota Akibat Pecah Ban, Kernet Alami Luka-luka
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Toyota dan Scania Uji 40 Truk Hidrogen Mulai 2027
-
Diduga Microsleep, Sopir Truk Tronton Tabrak Pekerja Tol Wiyoto Wiyono hingga 3 Orang Tewas
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar