- Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menekankan SLHS wajib untuk operasional SPPG Program MBG di Purwokerto, Kamis (4/12/2025).
- Kepatuhan SLHS sangat vital karena menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
- Capaian kepemilikan SLHS tidak merata, Banjarnegara dan Purbalingga baik, sementara Banyumas masih tertinggal signifikan.
SuaraJakarta.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan Nanik saat kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Program MBG bersama unsur Forkopimda, pengelola SPPG, mitra, yayasan, serta jajaran koordinator wilayah dan kecamatan se-Wilayah Eks Karesidenan Banyumas, yang digelar di Hotel Aston Purwokerto, Kamis (4/12/2025).
Menurut Nanik, kepatuhan terhadap SLHS tidak boleh ditawar karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat MBG, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Kepemilikan SLHS bukan sekadar administrasi, tetapi jaminan bahwa dapur MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Ini menjadi fondasi kelancaran Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Nanik.
Ia mengungkapkan bahwa capaian pengurusan SLHS di wilayah eks Karesidenan Banyumas masih belum merata. Beberapa kabupaten dinilai telah menunjukkan kepatuhan yang baik, sementara Kabupaten Banyumas masih tertinggal dibanding daerah sekitarnya.
Berdasarkan data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN, Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga mencatat capaian positif. Seluruh SPPG yang telah beroperasi di dua kabupaten tersebut telah memiliki SLHS. Kabupaten Cilacap juga menunjukkan kemajuan, meski belum seluruh SPPG yang beroperasi mengantongi sertifikat tersebut.
Sementara itu, di Kabupaten Banyumas, dari ratusan SPPG yang telah beroperasi, baru sebagian kecil yang berhasil memperoleh SLHS. Kondisi ini menjadi perhatian serius BGN karena berpotensi menghambat kelancaran pelaksanaan MBG.
Nanik menegaskan tidak ada alasan bagi pengelola SPPG untuk menunda pengurusan SLHS. Ia memastikan bahwa proses pengurusan sertifikat tersebut tidak dipungut biaya, kecuali untuk pengambilan dan pengujian sampel dengan kisaran biaya Rp1–2 juta.
“Jika ada pungutan di luar ketentuan tersebut, segera laporkan. Kami ingin proses ini berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Baca Juga: Novotel Jakarta Pulomas Hadir di Jakarta Timur, Pilihan Ideal Libur Weekend Bersama Keluarga
Sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga Program MBG, Nanik juga mengingatkan bahwa BGN akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Kepatuhan terhadap SLHS menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian tata kelola dapur MBG.
Dalam kesempatan tersebut, Nanik memberikan apresiasi kepada para pengelola SPPG dan mitra di Banjarnegara dan Purbalingga yang telah patuh dan proaktif dalam memenuhi persyaratan SLHS. Kepatuhan tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Selain membahas kepatuhan SLHS, Nanik juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan keselamatan para petugas SPPG yang tengah bertugas di wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa di tengah situasi darurat, dapur-dapur MBG tetap berperan penting dalam membantu masyarakat terdampak.
BGN menegaskan bahwa percepatan dan kepatuhan terhadap SLHS merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan, serta benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Berita Terkait
-
Dapur MBG Aceh Putar Otak di Tengah Banjir, Umbi hingga Ikan Lokal Jadi Andalan
-
Pemerintah Siapkan Skema Penugasan untuk SPPG Atasi Kelangkaan Ahli Gizi
-
Tak Hanya Siswa, Warga Ikut Kecipratan Berkah Program Makan Bergizi Gratis
-
BGN Soroti Lonjakan SPPG Baru, Relawan Dapur Tetap Wajib Dilindungi
-
BGN Ingatkan Mitra dan Yayasan Wajib Peduli Sekolah Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Bukan Lagi Hemat, Bawa Lunch Box di SCBD Kini Dianggap Lebih 'Kelas'
-
Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
-
Ingin Cantik, Malah Luka Serius, Korban Dokter Gadungan Eks Finalis Puteri Indonesia Alami Trauma
-
Tarif Belasan Juta Bikin Percaya, Modus Dokter Gadungan Eks Finalis Puteri Indonesia Terbongkar
-
'Tak Akan Ada Kerja Layak di Bumi yang Rusak', Suara Sarekat Hijau Indonesia di May Day 2026