Tasmalinda
Senin, 12 Januari 2026 | 19:16 WIB
Pengendara melewati banjir yang menggenang di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (12/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Hujan deras pada Senin, 12 Januari 2026, menyebabkan banjir merendam 28 RT dan 44 ruas jalan di Jakarta.
  • Banjir paling parah melanda Jakarta Selatan dengan ketinggian air mencapai 95 sentimeter, mengganggu mobilitas warga.
  • BPBD DKI Jakarta mengimbau warga waspada, menghindari genangan air, serta menghubungi layanan darurat 112 jika darurat.

SuaraJakarta.id - Hingga Senin (12/1/2026) pukul 18.00 WIB, genangan air masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Data terbaru menunjukkan 12 titik masih tergenang dengan ketinggian banjir bervariasi.

Genangan air dilaporkan merendam 28 rukun tetangga (RT) dan 44 ruas jalan, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan banyak kendaraan mengalami mogok di tengah jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah pengendara motor terjebak banjir. Tak sedikit kendaraan yang mati mesin, sehingga pemiliknya terpaksa menuntun motor menerobos genangan air. Beberapa ruas jalan bahkan sempat lumpuh karena kendaraan tidak bisa melintas.

Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, banjir melanda Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Di Jakarta Barat, tercatat enam RT terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 70 sentimeter. Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan 19 RT terendam dan ketinggian air mencapai 40 hingga 95 sentimeter di sejumlah titik.

Adapun di Jakarta Timur, terdapat satu RT yang dilaporkan tergenang dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Genangan juga menyebabkan puluhan ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta sulit dilalui kendaraan.

Genangan air yang cukup tinggi membuat banyak kendaraan roda dua dan roda empat mogok. Beberapa pengendara memilih memutar arah, sementara lainnya nekat melintas dan akhirnya harus mendorong kendaraannya.

Warga berharap hujan segera reda dan genangan air cepat surut, mengingat banjir tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi merusak kendaraan dan menimbulkan risiko keselamatan.

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari titik-titik genangan jika tidak mendesak, serta memantau informasi resmi terkait kondisi banjir.

Baca Juga: Banjir Jakarta Mulai Surut, Tiga RT Masih Terendam, Begini Kondisinya

Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih bisa terjadi pada malam hari. Masyarakat yang menghadapi situasi darurat diminta segera menghubungi layanan darurat 112 untuk mendapatkan bantuan.

Petugas masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak sambil memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air. Warga Jakarta pun diingatkan untuk tetap berhati-hati, terutama saat berkendara di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

Load More