- Mengatasi banjir berulang membutuhkan adaptasi rumah, di mana antisipasi awal dinilai lebih hemat daripada perbaikan pasca-banjir.
- Modifikasi realistis mencakup menaikkan lantai rumah dan memperbaiki saluran drainase kecil di sekitar properti.
- Tindakan lain meliputi meninggikan instalasi listrik, menggunakan perabot berkaki tinggi, serta membuat sumur resapan.
SuaraJakarta.id - Banjir yang berulang setiap tahun menyisakan pelajaran penting: rumah perlu beradaptasi, bukan sekadar dibersihkan setelah air surut. Banyak warga kini mulai sadar, antisipasi jauh lebih murah dibanding kerusakan akibat banjir.
Kabar baiknya, tidak semua solusi harus mahal. Ada sejumlah modifikasi rumah sederhana yang bisa dilakukan secara bertahap, namun efektif mengurangi dampak banjir.
Berikut 7 langkah modifikasi rumah yang realistis, ramah biaya, dan relevan untuk wilayah rawan genangan.
1. Tinggikan Lantai Rumah Beberapa Sentimeter
Jika belum memungkinkan renovasi besar, menaikkan lantai 10–30 cm sudah cukup membantu mencegah air masuk ke ruang utama. Gunakan material yang tahan air seperti keramik kasar atau semen finishing khusus.
2. Perbaiki dan Perbesar Saluran Air
Banyak rumah kebanjiran bukan karena luapan sungai, tapi drainase kecil yang tersumbat. Perlebar saluran air di sekitar rumah dan pastikan tidak ada tikungan tajam yang menghambat aliran.
3. Gunakan Pintu dan Ventilasi Anti Air
Pintu berbahan kayu lapis mudah rusak saat terendam. Alternatifnya:
Baca Juga: 7 Aplikasi HP untuk Pantau Banjir & Info Darurat, Wajib Diinstal Saat Musim Hujan
- Pintu PVC
- Pintu besi ringan
- Ventilasi dengan penutup fleksibel
- Langkah ini membantu menahan air masuk lebih lama.
4. Naikkan Posisi Stop Kontak & Instalasi Listrik
Stop kontak rendah sangat berbahaya saat banjir. Posisikan instalasi listrik minimal setinggi dada orang dewasa. Selain aman, ini mencegah korsleting dan kerusakan alat elektronik.
5. Gunakan Perabot Kaki Tinggi
Sofa, lemari, dan tempat tidur sebaiknya memiliki kaki minimal 10–15 cm. Alternatif murahnya, gunakan alas semen atau balok besi ringan agar perabot tidak langsung terendam.
6. Buat Sumur Resapan atau Lubang Biopori
Air hujan yang cepat meresap ke tanah akan mengurangi genangan di sekitar rumah. Sumur resapan skala kecil bisa dibuat di halaman atau samping rumah tanpa mengganggu bangunan utama.
Tag
Berita Terkait
-
7 Aplikasi HP untuk Pantau Banjir & Info Darurat, Wajib Diinstal Saat Musim Hujan
-
Banjir Jakarta Hari Ini: Genangan Masih Terjadi di 12 Titik, Ini Update Terbaru
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, Tiga RT Masih Terendam, Begini Kondisinya
-
Akibat Hujan dan Luapan Kali Angke, 2 RT di Jakbar Masih Terendam Banjir Hampir 1 Meter
-
Hujan Deras hingga Kali Meluap, Pemukiman Warga dan Jalan di Jakarta Banjir Hampir Satu Meter
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?