- Beberapa merek sepatu lari lokal seperti Ortuseight, League, dan Piero menawarkan performa baik meski minim sorotan media.
- Sepatu lari yang jarang dibicarakan ini seringkali lebih terjangkau dan ideal digunakan untuk latihan harian atau lomba jarak pendek.
- Kalenji dari Decathlon dan merek lokal lainnya fokus pada fungsi serta riset, bukan branding mahal untuk kenyamanan pelari.
SuaraJakarta.id - Di dunia lari, nama-nama besar seperti Nike, Adidas, atau Asics memang masih jadi rujukan utama. Tapi di balik sorotan brand global itu, ada sejumlah merek sepatu lari yang jarang dibicarakan, minim iklan, tapi diam-diam punya performa yang bikin kaget. Mereka sering disebut sebagai sepatu lari underrated , tak viral, tapi dipakai setia oleh pelari yang tahu kebutuhan kakinya.
Menariknya, banyak dari sepatu ini justru lebih ramah di kantong, cocok untuk latihan harian, bahkan sanggup dibawa race 5K hingga 10K.
Berikut tujuh merek sepatu lari underrated yang layak kamu pertimbangkan sebelum ikut-ikutan beli yang mahal.
1. Ortuseight
Brand lokal ini pelan tapi konsisten mencuri hati runner. Midsole-nya empuk, responsif, dan dirancang untuk postur kaki orang Indonesia. Banyak dipakai untuk daily training hingga half marathon.
2. League
Sering dianggap sepatu sekolah atau futsal, League justru punya lini running yang solid. Bobot ringan dan sirkulasi udara bagus membuatnya nyaman untuk lari pagi di cuaca tropis.
3. Piero
Nama lama di industri sepatu Indonesia yang kini bangkit di segmen olahraga. Beberapa seri larinya punya stabilitas tumit yang baik, cocok untuk pelari pemula yang sering overpronation.
4. Specs
Identik dengan sepak bola, tapi Specs mulai serius di sepatu lari. Desainnya simpel, grip kuat, dan cukup agresif untuk latihan interval atau tempo run.
5. Eagle
Merek lokal ini sering luput dari radar. Padahal sol karetnya awet dan daya cengkeramnya mantap, bahkan di lintasan licin atau aspal basah.
6. Decathlon (Kalenji)
Bukan brand “hype”, tapi soal value for money, Kalenji sulit dilawan. Sepatu larinya dirancang berbasis riset biomekanik, cocok untuk pemula yang ingin sepatu fungsional tanpa embel-embel.
Baca Juga: WFH di Jakarta Diperpanjang, Ini 7 Tips Tetap Produktif Saat Hujan
7. Aerostreet
Awalnya dikenal sebagai sepatu kasual, Aerostreet mulai merambah sepatu lari ringan. Harga bersahabat, desain kekinian, cocok untuk lari santai 2–5 km dan aktivitas harian.
Kenapa Sepatu Lari ‘Underrated’ Justru Layak Dicoba?
Banyak pelari berpengalaman sepakat: sepatu terbaik bukan yang paling mahal, tapi yang paling cocok dengan kaki dan pola lari. Sepatu underrated biasanya unggul karena:
- Harga lebih masuk akal
- Fokus ke fungsi, bukan branding
- Cocok untuk latihan rutin
- Risiko “overkill” teknologi lebih kecil untuk pemula
Tips Sebelum Membeli Sepatu Lari yang Jarang Dibahas
Agar tidak salah pilih, perhatikan:
- Jenis latihan (easy run, tempo, atau race)
- Lebar kaki & toe box
- Drop dan bantalan midsole
- Review jangka panjang, bukan sekadar unboxing
Jika memungkinkan, gunakan untuk jogging ringan dulu sebelum dipakai jarak jauh.
Tak semua sepatu lari bagus harus viral. Tujuh merek underrated di atas membuktikan bahwa performa bisa datang dari tempat yang tidak selalu disorot. Buat kamu yang ingin berlari nyaman tanpa ikut perang harga brand global, pilihan ini patut masuk wishlist.
Tag
Berita Terkait
-
7 Sepatu Lari di Bawah Rp1 Juta untuk Lari Harian, Nyaman dan Gak Terasa Murahan
-
7 Sepatu Lari Pintar untuk Analisis Lari Lebih Akurat, Solusi bagi Pelari Modern
-
7 Sepatu Lokal Indie Keren untuk Gaya Anti Mainstream, Nomor 4 Paling Susah Didapat
-
Dari Hoka Sampai Adidas, 5 Rekomendasi Sepatu Lari Anti Ngelopek di Cuaca Panas
-
Rekomendasi Sepatu On Shoes yang Layak Kamu Beli
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Imsak Jakarta 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan
-
Lewat BRImo, Anda Nggak Perlu Repot Tukar Uang Saat Libur Lebaran
-
Buka Puasa Jakarta Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal Magrib dan Doa Berbuka
-
Tips Hemat Belanja Ramadan dan Lebaran, Maksimalkan Promo Menarik dari BRI