- Niat puasa Ramadan merupakan rukun sahnya puasa dan harus dilakukan malam hari sebelum Subuh.
- Mayoritas ulama mewajibkan niat harian, namun Mazhab Maliki memperbolehkan niat sebulan penuh di awal Ramadan.
- Puasa Ramadan tidak sah menurut Syafi'i jika terlupa berniat hingga waktu Subuh tiba.
SuaraJakarta.id - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H / 2026, banyak umat Islam mencari niat puasa Ramadhan dan artinya lengkap dengan bacaan Arab dan latin. Niat merupakan rukun puasa, sehingga tanpa niat, puasa tidak sah.
Agar tidak keliru, berikut panduan lengkap, mulai dari bacaan niat harian, niat untuk sebulan penuh, hukum menurut mazhab, hingga dalilnya.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan (Harian)
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala
Artinya
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Niat ini dibaca pada malam hari sebelum Subuh.
Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Hari?
Menurut mayoritas ulama (Mazhab Syafi’i, Maliki, Hanbali), niat puasa Ramadan dilakukan setiap malam.
Namun, menurut Mazhab Maliki, seseorang boleh berniat untuk satu bulan penuh di awal Ramadan, selama tidak terputus oleh hal yang membatalkan seperti sakit atau haid.
Niat Puasa Ramadhan untuk Sebulan Penuh
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma syahri Ramadhana kullihi lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku berniat puasa satu bulan penuh Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Di Indonesia yang mayoritas mengikuti Mazhab Syafi’i, tetap dianjurkan berniat setiap malam.
Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan
Niat puasa wajib Ramadan harus dilakukan:
- Setelah Maghrib
- Hingga sebelum terbit fajar (Subuh)
- Jika lupa berniat hingga Subuh, menurut Mazhab Syafi’i puasa tidak sah dan harus diganti.
Dalil tentang Niat Puasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadis ini menjadi dasar pentingnya niat sebelum waktu Subuh.
Apakah Niat Harus Dilafalkan? Secara fiqih, niat adalah pekerjaan hati.
Melafalkan niat bukan syarat sah, tetapi membantu menghadirkan kesadaran. Yang wajib adalah niat dalam hati. Bagaimana Jika Tidak Sahur?
Sahur bukan syarat sah puasa. Selama seseorang telah berniat sebelum Subuh, puasanya tetap sah meskipun tidak makan sahur.
Perbedaan Niat Puasa Ramadan dan Puasa Sunnah
Puasa sunnah boleh berniat setelah Subuh selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Sedangkan puasa Ramadan wajib berniat sebelum fajar.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengira niat cukup sekali untuk sebulan tanpa memperhatikan mazhab
- Mengira sahur adalah syarat sah puasa
- Menganggap niat harus dilafalkan keras
- Memahami hukum yang benar membuat ibadah lebih tenang.
FAQ Niat Puasa Ramadhan
Apakah niat puasa Ramadhan wajib dibaca setiap malam?
- Menurut mayoritas ulama, ya.
Apakah boleh niat puasa untuk sebulan?
- Boleh menurut Mazhab Maliki, tetapi di Indonesia dianjurkan setiap malam.
Jika lupa niat hingga Subuh?
- Menurut Mazhab Syafi’i, puasa tidak sah.
Apakah sahur wajib?
- Tidak wajib, tetapi sunnah.
Apakah niat harus diucapkan?
- Tidak, cukup dalam hati.
Bacaan niat puasa Ramadhan dan artinya penting dipahami karena niat adalah rukun puasa. Umat Islam dianjurkan membaca niat setiap malam sebelum Subuh agar puasa sah.
Dengan memahami hukum, dalil, dan tata cara niat yang benar, ibadah Ramadan 2026 dapat dijalankan dengan lebih tenang dan penuh keberkahan.
Berita Terkait
-
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan 2026 untuk Perempuan dan Laki-Laki Arab Latin
-
Aryaduta Menteng Gandeng Chef William Wongso di Ramadan Tahun Ini
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Kehangatan Berbuka di Kampoeng Ramadan
-
Bank Mandiri Group Santuni 57.600 Anak Yatim, Lansia, 668 Yayasan Se-Indonesia: Kebaikan Ramadan
-
Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025 Hadir untuk Mempererat Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan
-
Semarak Kemerdekaan: Perpaduan Kuliner dan Mahjong Ramaikan Pesisir Jakarta